Wisatadiindonesia.com – Menjelang musim libur sekolah, Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan meninjau kesiapan layanan di kawasan wisata Candi Prambanan dan Stasiun Tugu Yogyakarta.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan fasilitas publik, layanan wisata, serta transportasi berada dalam kondisi optimal guna memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Saya melihat langsung kondisi di dua titik ini. Faktor keamanan dan kenyamanan menjadi perhatian utama seluruh pemangku kepentingan pariwisata, mulai dari sektor transportasi, destinasi wisata, hotel, restoran, hingga layanan pendukung lainnya, agar masyarakat mendapatkan pengalaman berwisata yang optimal,” kata Menpar.
Menurutnya, kesiapan seluruh elemen pendukung pariwisata menjadi kunci penting dalam menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa liburan.
Candi Prambanan Ramai Dikunjungi Wisatawan
Peninjauan diawali di kawasan Candi Prambanan, salah satu ikon pariwisata nasional yang menjadi destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.
Di lokasi tersebut, Menpar mengecek sejumlah fasilitas pelayanan, mulai dari loket wisatawan nusantara (wisnus) hingga loket wisatawan mancanegara (wisman), guna memastikan proses pembelian tiket berlangsung cepat, tertib, dan efisien.
Berdasarkan pantauan di lapangan, suasana kawasan candi terlihat ramai namun tetap kondusif. Tingginya jumlah pengunjung dinilai menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata menjelang periode libur sekolah.
Selain meninjau area layanan tiket, Menpar juga melihat langsung fasilitas buggy yang digunakan untuk membantu mobilitas wisatawan di kawasan candi. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Museum Candi Prambanan dan Lapangan Brahma yang akan menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) 2026.
Stasiun Tugu Hadirkan Layanan Modern dan Ramah Keluarga
Usai dari Prambanan, Menpar melanjutkan peninjauan ke Stasiun Tugu Yogyakarta, salah satu simpul transportasi utama yang menghubungkan Yogyakarta dengan berbagai kota besar di Pulau Jawa.
Menjelang libur sekolah, aktivitas di stasiun terlihat cukup padat oleh wisatawan dan pengguna jasa kereta api. Di sana, Menpar meninjau sejumlah fasilitas modern, termasuk sistem face recognition yang diterapkan untuk mempercepat proses boarding penumpang.
Tak hanya itu, berbagai fasilitas pendukung juga menjadi perhatian, seperti stasiun pengisian ulang air minum gratis, layanan penitipan barang, layanan lost and found, area bermain anak (playground), klinik kesehatan, hingga ruang laktasi.
Kehadiran etalase produk UMKM lokal yang difasilitasi KAI Wisata turut mendapat apresiasi karena dinilai mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor transportasi dan pariwisata.
“Kami mengapresiasi kesiapan PT Taman Wisata Candi (TWC) dan PT KAI Daop 6 yang terus berinovasi dalam menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi masyarakat,” kata Menpar Widiyanti.
KAI Siapkan Strategi Hadapi Puncak Liburan
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama musim liburan, KAI telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari penambahan armada kereta api, optimalisasi rangkaian kereta, hingga penambahan petugas layanan di berbagai titik operasional.
Kesiapan tersebut tercermin dari capaian angkutan Lebaran 2026, di mana KAI berhasil melayani lebih dari 5 juta penumpang, meningkat 8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Capaian itu menunjukkan komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi yang semakin andal sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional.
Kampanye “Liburan Cara Baru” Dorong Wisata Domestik
Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Pariwisata juga terus menggaungkan kampanye “Liburan Cara Baru” untuk mendorong masyarakat menikmati perjalanan wisata di dalam negeri.
Kampanye tersebut menawarkan beragam pilihan wisata yang sesuai dengan kebutuhan keluarga modern, mulai dari short escape, wisata edukasi anak, perjalanan darat antarkota, eksplorasi desa wisata, hingga wisata budaya dan kuliner.
Untuk mempermudah perencanaan perjalanan, Kementerian Pariwisata menghadirkan MaIA, platform berbasis kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.travel yang membantu wisatawan menemukan inspirasi destinasi dan rekomendasi agenda perjalanan.
Selain itu, berbagai destinasi unggulan Indonesia seperti Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika, hingga Labuan Bajo terus dipromosikan sebagai pilihan utama liburan keluarga.
Melalui kampanye tersebut, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya menikmati perjalanan wisata, tetapi juga menjadikannya sebagai sarana mempererat kebersamaan keluarga sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan budaya dan keindahan alam Indonesia.
Sumber Berita: kemenpar.go.id










Komentar