Geopark Meratus Berstatus UNESCO Global Geopark, Kalsel Bidik Lonjakan Wisatawan 2026

IKON WISATA

- Penulis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dok. mediaindonesia.com

dok. mediaindonesia.com

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah. Salah satu langkah strategis yang kini menjadi fokus utama adalah optimalisasi pengembangan pariwisata berbasis Geopark Meratus yang telah memperoleh pengakuan sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG).

Status internasional tersebut menjadi peluang besar bagi Kalimantan Selatan untuk meningkatkan daya saing pariwisata sekaligus memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Pemerintah daerah menilai keberadaan Geopark Meratus bukan hanya aset geologi yang bernilai tinggi, tetapi juga instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menegaskan bahwa pengakuan dunia terhadap Geopark Meratus harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat pembangunan sektor pariwisata daerah.

“Keberadaan geopark pegunungan Meratus yang sudah menjadi bagian dari UGG ini harus kita manfaatkan untuk pengembangan pariwisata dan muaranya pada kesejahteraan masyarakat,” ungkap Gubernur Kalsel, Muhidin.

Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar pembangunan yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar kawasan geopark.

Geopark Meratus, Warisan Alam dan Budaya yang Mendunia

Sebagai kawasan yang telah diakui UNESCO, Geopark Meratus memiliki kekayaan geologi, budaya, dan hayati yang sangat beragam. Kawasan ini membentang dari hulu hingga hilir Pegunungan Meratus dan mencakup puluhan lokasi yang memiliki nilai ilmiah, edukatif, serta wisata yang tinggi.

Saat ini, Geopark Meratus memiliki 54 geosite yang tersebar di berbagai wilayah Kalimantan Selatan. Setiap geosite menawarkan karakteristik unik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun peneliti.

Sebagian besar geosite tersebut merupakan warisan geodiversity atau keragaman geologi yang terbentuk melalui proses alam selama jutaan tahun. Keberadaan situs-situs tersebut menjadikan Geopark Meratus sebagai laboratorium alam yang penting untuk pendidikan dan penelitian.

Berbagai destinasi wisata alam yang berada dalam kawasan geopark antara lain gua-gua alami, air terjun eksotis, hingga kawasan konservasi seperti Taman Hutan Raya Sultan Adam yang dikenal sebagai salah satu paru-paru hijau Kalimantan Selatan.

Menyimpan Kekayaan Budaya Khas Banjar

Tidak hanya unggul dari sisi geologi, Geopark Meratus juga menyimpan kekayaan budaya yang menjadi identitas masyarakat Kalimantan Selatan.

Di kawasan ini, wisatawan dapat menemukan berbagai warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Salah satunya adalah Rumah Adat Bubungan Tinggi yang menjadi simbol arsitektur tradisional masyarakat Banjar.

Selain itu, terdapat pula daya tarik budaya berupa Pasar Terapung yang telah lama menjadi ikon wisata Kalimantan Selatan. Aktivitas jual beli di atas perahu yang berlangsung sejak puluhan tahun lalu masih terus dipertahankan hingga sekarang dan menjadi magnet bagi wisatawan.

Kawasan Geopark Meratus juga menyimpan jejak sejarah aktivitas pertambangan yang pernah berkembang di masa lalu. Wisatawan dapat mengenal tradisi pendulangan intan yang masih dilakukan secara tradisional oleh sebagian masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, terdapat pula peninggalan tambang batubara kuno Nassau yang menjadi saksi sejarah aktivitas pertambangan pada masa kolonial Belanda.

Potensi Produk Lokal yang Beragam

Salah satu keunggulan Geopark Meratus adalah keterkaitan antara potensi wisata dan ekonomi masyarakat lokal. Berbagai produk unggulan daerah berkembang di kawasan ini dan menjadi bagian dari daya tarik wisata.

Masyarakat sekitar menghasilkan berbagai komoditas khas yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Di antaranya adalah kopi Aranio yang dikenal memiliki cita rasa khas pegunungan, kayu manis, hingga berbagai hasil pertanian lainnya.

Selain produk pertanian, kerajinan tradisional juga menjadi bagian penting dari identitas kawasan Geopark Meratus. Kain sasirangan sebagai warisan budaya Banjar terus dikembangkan dan menjadi salah satu produk unggulan yang banyak diminati wisatawan.

Kerajinan berbahan purun serta aneka makanan dan jajanan tradisional khas Kalimantan Selatan juga menjadi daya tarik tersendiri yang memperkuat pengalaman wisata berbasis budaya dan komunitas.

Pariwisata Kalsel Tunjukkan Tren Positif

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Selatan, Iwan Fitriady, menyampaikan bahwa sektor pariwisata di Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah kunjungan wisatawan pada periode 2024 hingga 2025 mengalami peningkatan sekitar 7 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa minat wisatawan terhadap destinasi di Kalimantan Selatan terus bertumbuh.

“Capaian ini menjadi modal optimisme pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pariwisata. Untuk tahun 2026, kami menargetkan pertumbuhan kunjungan wisatawan sekitar 5%. Target ini disesuaikan dengan kondisi dan tantangan, termasuk efisiensi anggaran,” ujarnya.

Meski menghadapi berbagai tantangan, pemerintah daerah tetap optimistis sektor pariwisata mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Pengembangan Destinasi Unggulan Terus Diperkuat

Untuk mencapai target peningkatan kunjungan wisatawan, pemerintah daerah terus memperkuat pengembangan sejumlah destinasi unggulan yang telah dikenal luas oleh wisatawan.

Salah satu kawasan wisata yang menjadi prioritas adalah Loksado yang terkenal dengan panorama alam pegunungan dan aktivitas susur sungai menggunakan rakit bambu.

Selain itu, pemerintah juga fokus mengembangkan kawasan Tahura Sultan Adam yang memiliki potensi besar untuk wisata alam, edukasi, dan konservasi.

Destinasi lain yang terus dipromosikan antara lain Bukit Batu dan Goa Batu Hapu yang menawarkan keindahan alam serta pengalaman wisata yang berbeda.

Pengembangan berbagai destinasi tersebut diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat sekitar.

Wisata Religi Tetap Menjadi Daya Tarik Utama

Selain wisata alam dan budaya, Kalimantan Selatan juga dikenal sebagai salah satu tujuan wisata religi penting di Indonesia.

Salah satu kegiatan yang secara konsisten menarik jutaan jamaah setiap tahun adalah Haul Guru Sekumpul yang diselenggarakan di Martapura.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat setempat melalui sektor perdagangan, transportasi, kuliner, dan jasa lainnya.

Keberadaan wisata religi yang kuat menjadi pelengkap penting bagi pengembangan Geopark Meratus dan berbagai destinasi unggulan lainnya.

Pariwisata Berkelanjutan untuk Masa Depan

Dengan status UNESCO Global Geopark yang kini disandang Geopark Meratus, Kalimantan Selatan memiliki peluang besar untuk mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen mendorong kolaborasi lintas sektor, memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, serta memastikan pengelolaan geopark memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara seimbang.

Melalui pemanfaatan potensi alam, budaya, dan produk lokal yang dimiliki, Geopark Meratus diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga motor penggerak kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan dalam jangka panjang.

Sumber Berita: mediaindonesia.com

Follow WhatsApp Channel wisatadiindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

3 Tempat Wisata di Pontianak yang Wajib Dikunjungi
4 Destinasi Wisata di Samarinda yang Asri, Sejuk dan Hijau
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:37 WIB

Geopark Meratus Berstatus UNESCO Global Geopark, Kalsel Bidik Lonjakan Wisatawan 2026

Rabu, 27 Mei 2026 - 18:37 WIB

3 Tempat Wisata di Pontianak yang Wajib Dikunjungi

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:16 WIB

4 Destinasi Wisata di Samarinda yang Asri, Sejuk dan Hijau

Berita Terbaru

Wisata Jabar

Bukit Panenjoan Pamuruyan di Cibadak, Wisata Lagi Hits di Sukabumi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:31 WIB