Kemenpar Gelar Famtrip Tingkatkan Kunjungan Wisman Malaysia ke Kepri

Sebanyak 12 travel agent dan tour operator (TA/TO) asal Malaysia mengeksplorasi berbagai daya tarik Batam

IKON WISATA

- Penulis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wisata Indonesia | Kementerian Pariwisata  (Kemenpar) terus memperkuat promosi pariwisata Indonesia ke pasar internasional, khususnya Malaysia, melalui kegiatan Familiarization Trip (Famtrip) ke Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) Kepulauan Riau (Kepri).

Sebanyak 12 travel agent dan tour operator (TA/TO) asal Malaysia yang terdiri dari 8 peserta dari Kuala Lumpur dan 4 peserta dari Johor Bahru, diajak mengeksplorasi berbagai daya tarik dalam kegiatan yang berlangsung pada 18–21 Mei 2026 di Batam, Tanjung Pinang, dan Bintan.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan Kepulauan Riau memiliki posisi strategis sebagai salah satu gerbang utama wisatawan Malaysia menuju Indonesia.

“Malaysia merupakan salah satu pasar utama wisatawan mancanegara ke Indonesia. Kedekatan geografis dan konektivitas yang baik menjadikan Kepulauan Riau memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi unggulan wisata lintas batas atau cross-border tourism,” kata Ni Made Ayu Marthini dalam keterangannya, Jumat (29/5/2026).

Selama empat hari, para peserta mengunjungi sejumlah destinasi unggulan, antara lain kawasan Jembatan Barelang di Batam, Pulau Penyengat di Tanjung Pinang, kawasan wisata Lagoi di Bintan, destinasi budaya Melayu, pusat wisata belanja, serta mengikuti hotel inspection dan kegiatan business networking bersama pelaku industri pariwisata setempat.

Kegiatan Famtrip ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pariwisata dengan Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjung Pinang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan, ASITA Tanjung Pinang, Batam View Resort, Nongsa Resorts, Aston Tanjung Pinang, Bintan Resorts Cakrawala, serta Pasir Gudang Passenger Terminal.

Selain memperkenalkan beragam destinasi unggulan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi wisata ramah Muslim Indonesia. Kepulauan Riau dinilai memiliki sejumlah keunggulan yang sesuai dengan preferensi wisatawan Malaysia, mulai dari kedekatan budaya Melayu, kemudahan aksesibilitas, ketersediaan kuliner halal, hingga karakter destinasi yang akrab dan nyaman bagi wisatawan.

“Melalui pengalaman langsung di destinasi, kami berharap para pelaku travel agent dan tour operator dapat semakin memahami potensi produk wisata Batam, Tanjung Pinang, dan Bintan, sehingga dapat dipasarkan lebih luas kepada wisatawan Malaysia,” kata Made.

Menurutnya, Famtrip merupakan salah satu strategi promosi yang efektif untuk memperluas jejaring bisnis pariwisata sekaligus mendorong lahirnya paket-paket wisata baru yang lebih kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Malaysia selama ini menjadi salah satu pasar utama wisatawan mancanegara bagi Indonesia. Batam bahkan tercatat sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara asal Malaysia terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta.

Berdasarkan data Mobile Positioning Data (MPD) tahun 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau mencapai lebih dari 2,1 juta kunjungan. Pada periode yang sama, perjalanan wisatawan nusantara ke Kepulauan Riau tercatat melampaui 5,2 juta perjalanan.

Data pintu masuk wisatawan mancanegara asal Malaysia juga menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Jumlah kunjungan melalui jalur laut ke Batam meningkat sekitar 48,2 persen, dari 278.082 kunjungan pada 2024 menjadi 412.127 kunjungan pada 2025. Peningkatan tersebut mencerminkan besarnya peluang pengembangan wisata lintas batas antara Malaysia dan Kepulauan Riau.

“Melalui kegiatan ini, Kementerian Pariwisata optimistis kerja sama promosi lintas negara dan konektivitas pariwisata Indonesia-Malaysia akan semakin kuat. Upaya ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Kepulauan Riau sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia di kawasan Asia Tenggara,” ucap Made.

Follow WhatsApp Channel wisatadiindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Sepinya Sarangan, Antara Isu Viral dan Kurangnya Daya Tarik Wisata
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:34 WIB

Kemenpar Gelar Famtrip Tingkatkan Kunjungan Wisman Malaysia ke Kepri

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:38 WIB

Di Balik Sepinya Sarangan, Antara Isu Viral dan Kurangnya Daya Tarik Wisata

Berita Terbaru

Wisata Jabar

Bukit Panenjoan Pamuruyan di Cibadak, Wisata Lagi Hits di Sukabumi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:31 WIB