Masjid Kauman Semarang, Saksi Sejarah Umumkan Kemerdekaan RI

Masjid Kauman Semarang pusat penyebaran Islam sejak 1575 M dan tercatat sebagai masjid yang mengumumkan kemerdekaan RI setelah proklamasi.

IKON WISATA

- Penulis

Minggu, 31 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

WISATA INDONESIA | Di tengah ramainya aktivitas Pasar Johar dan Pasar Yaik, Kota Semarang, berdiri sebuah bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan Islam dan bangsa Indonesia. Masjid Kauman Semarang atau yang dikenal juga sebagai Masjid Agung Semarang (MAS) dan Masjid Besar Semarang (MBS) bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat dakwah, budaya, dan perjuangan kemerdekaan.

Hingga kini, Masjid Kauman menjadi salah satu destinasi wisata religi paling populer di Semarang karena menyimpan jejak sejarah yang panjang sejak abad ke-16.

Masjid Kauman memiliki sejarah yang sangat erat dengan lahirnya Kota Semarang. Bahkan, sejumlah catatan menyebutkan bahwa keberadaan masjid ini lebih tua dibandingkan usia Kota Semarang itu sendiri.

Berdasarkan berbagai sumber sejarah, Masjid Kauman pertama kali didirikan pada sekitar tahun 1575 Masehi, menjadikannya salah satu masjid tertua di Jawa Tengah. Keberadaannya menjadi bukti bahwa penyebaran Islam di wilayah Semarang telah berlangsung jauh sebelum masa penjajahan Belanda.

Sunan Pandan Arang, Pendiri Masjid Kauman

Menurut catatan Yayasan Masjid Agung Semarang, pendiri Masjid Kauman adalah Sunan Pandan Arang atau Ki Ageng Pandan Arang yang memiliki nama asli Maulana Ibnu Abdul Salam.

Beliau merupakan ulama yang dipercaya berasal dari Arab dan mendapat tugas dari Sunan Kalijaga melalui Sultan Hadiwijoyo dari Pajang untuk menyebarkan Islam di wilayah barat Kesultanan Demak.

Awal Mula Dakwah Islam di Semarang

Ketika pertama kali datang ke wilayah yang kini menjadi Kota Semarang, Sunan Pandan Arang mendirikan sebuah padepokan di kawasan Bukit Mugas. Tempat tersebut menjadi pusat kegiatan dakwah dan pendidikan Islam bagi masyarakat setempat.

Menurut Muhaimin, pengurus Bidang Dakwah dan Peribadatan Yayasan Masjid Agung Semarang, padepokan inilah yang kemudian berkembang menjadi cikal bakal Masjid Kauman.

Dari Bubakan hingga Menjadi Pusat Kota

Seiring berkembangnya jumlah pengikut dan aktivitas dakwah, pusat kegiatan Islam dipindahkan ke kawasan Bubakan. Di lokasi inilah dibangun sebuah masjid yang menjadi pusat penyebaran agama Islam di Semarang.

Karena pengaruh dan jasanya yang besar, Sunan Pandan Arang kemudian diangkat menjadi Bupati Semarang pertama, sehingga namanya sangat lekat dengan sejarah berdirinya kota ini.

Kisah Masjid Kauman yang Pernah Terbakar

Perjalanan panjang Masjid Kauman tidak selalu berjalan mulus. Pada masa kolonial Belanda, terjadi pemberontakan etnis Tionghoa terhadap Pemerintah Kolonial Belanda di Semarang.

Dalam peristiwa tersebut, bangunan masjid ikut terbakar hingga habis. Namun, masyarakat dan para pemimpin daerah saat itu berupaya membangunnya kembali agar fungsi masjid sebagai pusat ibadah dan dakwah tetap berjalan.

masjid kauman lama semarang

Pembangunan Kembali Masjid Kauman

Pada masa pemerintahan Raden Mas Tumenggung Mertoyudo yang bergelar Kiai Tumenggung Adipati Surohadi Menggolo II (1743–1751), masjid dibangun kembali di sebelah barat kawasan Bubakan atau sekitar alun-alun Semarang saat ini.

Sejak saat itu, Masjid Kauman berkembang menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan terbesar di Kota Semarang.

Keunikan Arsitektur Masjid Kauman Semarang

Selain nilai sejarahnya yang tinggi, Masjid Kauman juga memiliki arsitektur yang sangat menarik. Bangunannya memperlihatkan perpaduan budaya Islam Jawa, Persia, dan Arab yang masih terjaga hingga sekarang.

Atap Tumpang Tiga Khas Walisongo

Salah satu ciri khas Masjid Kauman adalah atap tajug bertingkat tiga yang menyerupai Masjid Agung Demak. Bentuk ini merupakan warisan arsitektur Islam Jawa yang berkembang pada masa Walisongo.

Tiga tingkatan atap tersebut memiliki makna filosofis yang mendalam, yaitu melambangkan tiga tingkatan dalam ajaran Islam: Iman, Islam dan Ihsan.

Ditopang 36 Pilar Kokoh

Bangunan utama Masjid Kauman ditopang oleh 36 soko atau pilar utama yang berdiri kokoh. Pilar-pilar tersebut menjadi bagian penting dalam konstruksi masjid sekaligus menunjukkan kemampuan teknik bangunan tradisional Jawa pada masa lampau.

Ornamen Kayu Jati yang Artistik

Keindahan Masjid Kauman juga terlihat dari berbagai ornamen kayu jati yang menghiasi bagian dalam bangunan. Mulai dari pintu utama hingga mimbar imam dipenuhi ukiran khas yang menunjukkan tingginya nilai seni para perajin pada zamannya.

Masjid Kauman dan Pengumuman Kemerdekaan Indonesia

Salah satu fakta paling menarik tentang Masjid Kauman Semarang adalah perannya dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Masjid ini dikenal sebagai satu-satunya masjid di Indonesia yang secara terbuka mengumumkan kemerdekaan Republik Indonesia kepada masyarakat sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan dibacakan pada 17 Agustus 1945.

Peristiwa tersebut menjadikan Masjid Kauman tidak hanya penting bagi sejarah Islam di Semarang, tetapi juga memiliki nilai historis bagi perjalanan bangsa Indonesia.

Daya Tarik Wisata Religi Masjid Kauman Semarang

Saat ini, Masjid Kauman menjadi salah satu tujuan wisata religi favorit di Kota Semarang. Banyak wisatawan datang untuk melihat langsung bangunan bersejarah yang telah berdiri selama ratusan tahun.

Selain beribadah, pengunjung juga dapat menikmati keindahan arsitektur klasik, mempelajari sejarah penyebaran Islam di Semarang, serta mengenang perjuangan para ulama dan tokoh bangsa yang pernah berperan penting di tempat ini.

Masjid Kauman Semarang bukan sekadar tempat ibadah, melainkan simbol perjalanan panjang Islam, budaya, dan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Berdiri sejak sekitar tahun 1575 M, masjid ini menyimpan banyak kisah penting yang menjadikannya salah satu destinasi wisata religi dan sejarah paling berharga di Jawa Tengah.

Bagi siapa saja yang berkunjung ke Kota Semarang, Masjid Kauman adalah tempat yang layak masuk dalam daftar kunjungan untuk merasakan langsung jejak sejarah yang masih hidup hingga saat ini.[]

Follow WhatsApp Channel wisatadiindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:09 WIB

Masjid Kauman Semarang, Saksi Sejarah Umumkan Kemerdekaan RI

Berita Terbaru

dok.bandung.bisnis.com

Wisata Jabar

Libur Iduladha, Wisatawan Jawa Barat Tembus 116 Ribu Orang

Minggu, 31 Mei 2026 - 13:54 WIB

dok. wartaekonomi.co.id

Wisata Bali

Bali Punya Desa Wisata Les yang Raih Gelar Terbaik Indonesia

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:26 WIB

Wisata Religi

Masjid Kauman Semarang, Saksi Sejarah Umumkan Kemerdekaan RI

Minggu, 31 Mei 2026 - 09:09 WIB

dok.tugujatim.id

Wisata Jatim

Air Terjun Grenjengan Pacet Tawarkan Ketenangan di Hutan Pinus

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:08 WIB