Wisata Jogja – Pantai Parangtritis

0
23
Pantai Parangtritis
Pantai Parangtritis

Wisata Jogja – Pantai Parangtritis

Indah dan magis ialah dua kata yang cocok untuk menggambarkan Pantai Parangtritis yang terletak di pesisir pulau Jawa ini. Selain terkenal alasannya ialah keindahan alamnya, pantai yang menjadi salah satu tempat wisata andalan di Yogyakarta ini juga dikenal alasannya ialah aroma spiritualnya yang kental.

Pantai Parangtritis cocok dikunjungi sendiri, bersama pasangan terkasih, maupun keluarga. Deburan ombak yang menyapu hamparan pasir hitam landai disertai hembusan angin khas pantai akan menciptakan Anda betah berlama-lama menikmati pemandangan ini. Selain itu, pemandangan matahari terbenamnya juga tidak kalah indah dengan Pantai Kuta di Bali.

Satu lagi yang menarik dari Pantai Parangtritis ialah adanya gumuk atau gundukan pasir di sekitar pantai. Gumuk ini disebut sebagai satu-satunya gurun pasir di Asia Tenggara. Berada di sini, Anda akan merasa sedang berada di Afrika alasannya ialah luasnya lautan pasir dan udaranya yang lebih panas beberapa derajat dibanding daerah sekitarnya.

Pantai Parangtritis disebut sebagai salah satu lambang kekuatan trimurti di Yogyakarta bersama Gunung Merapi dan Keraton Kesultanan Jogja. Pantai Parangtritis mempunyai elemen air, Gunung Merapi mempunyai elemen api, dan keraton kesultanan berperan sebagai penyeimbang keduanya. Jika ditarik garis lurus, ketiganya berjajar di satu garis yang sama dari utara ke selatan.

Tak mengherankan bila pantai ini mempunyai tugas penting bagi Yogyakarta. Belum lagi iman yang menyebutkan bahwa Pantai Parangtritis merupakan pintu gerbang Istana Kerajaan Laut Selatan yang dipimpin oleh Kanjeng Ratu Kidul. Konon, ratu ini menyukai warna hijau, oleh alasannya ialah itu pengunjung pantai tidak disarankan menggunakan pakaian berwarna hijau atau sesuatu yang jelek akan terjadi. Percaya tidak percaya, sebaiknya Anda menghindari warna hijau dikala berkunjung ke tempat wisata ini.

Untuk mampu menikmati keindahan tempat wisata ini, Anda cukup membayar sebesar 3.500 Rupiah saja per orang.

Sejarah Pantai Parangtritis

Pantai ini pada awalnya ditemukan Dipokusumo, seorang pelarian Kerajaan Majapahit. Dipokusumo menyepi dan melaksanakan semedi di sekitar pantai ini. Dari tempat semedinya, ia melihat air yang menetes atau disebut tumaritis dari celah kerikil karang yang disebut parang. Jika kedua kata ini dijadikan satu, maka terbentuklah kata Parangtritis yang berarti air yang menetes dari celah kerikil karang.

Apa yang mampu dilakukan di Pantai Parangtritis?

Sampai sekarang, Pantai Parangtritis seolah tak pernah kehabisan pesona. Tempat wisata ini selalu ramai dikunjungi wisatawan dari banyak sekali daerah bahkan negara. Apa saja yang mampu Anda lakukan di sini? Berikut rangkumannya:

Keliling pantai

Pantai Parangtritis mempunyai hamparan pasir yang luas sekali bila dibandingkan beberapa pantai terkenal di Indonesia. Bila ingin berkeliling pantai, Anda mampu berjalan kaki sambil menikmati hembusan angin dan deburan ombak di kaki Anda. Bila tidak ingin kelelahan berjalan kaki, Anda mampu mencoba berkeliling dengan cara menunggang kuda. Tentunya akan memberi Anda pengalaman yang cukup berbeda.

Bila tidak berani menunggang kuda, Anda mampu naik bendi atau kereta kuda yang sudah siap di sekitar pantai. Naik bendi terasa biasa? Kalau begitu cobalah menyewa ATV, sejenis sepeda motor dengan empat roda yang mampu Anda gunakan untuk berkeliling pantai hingga ke ‘padang pasir’.

Jangan lupa menggunakan kacamata untuk menghindari pasir yang masuk ke mata Anda.

Hunting foto dan menikmati jagung bakar dikala matahari tenggelam

Tak ada yang mewaspadai keindahan pemandangan matahari terbenam di Pantai Parangtritis. Pantai ini akan semakin ramai pengunjung pada dikala senja mendekat. Banyak wisatawan telah menyiapkan kameranya masing-masing untuk menerima gambar terbaik dikala matahari terbenam.

BACA JUGA:  Indahnya Wisata Pantai Baron di Gunungkidul Yogyakarta

Jika Anda lebih tak ingin memotretnya, Anda mampu duduk sambil menikmati jagung bakar dan es kelapa muda yang banyak dijajakan di pantai ini. Yang pasti, Pantai Parangtritis akan selalu mampu dinikmati keindahannya dengan cara apapun.

Berburu suvenir

Selain tersedia toko suvenir, ada banyak pedagang yang berkeliling menjajakan kerajinan tangan khas pantai di Jogja ini. Dengan membeli suvenir yang mereka tawarkan, Anda juga ikut membantu roda perekonomian penduduk sekitar sekaligus menerima buah tangan bagus untuk dibagikan ke teman-teman nanti.

Bermain layang-layang

Angin pantai yang besar ditambah hamparan pasir luas dan landai cocok sekali untuk menerbangkan layang-layang. Pantai Parangtritis menjadi salah satu lokasi favorit untuk bermain layang-layang. Tak jarang tempat wisata ini juga dijadikan tuan rumah untuk ekspo layang-layang tingkat daerah maupun nasional.

Ada apa lagi yang menarik dari Pantai Parangtritis?

Sebagai gerbang masuk Istana Kerajaan Laut Selatan

Hal ini sudah tak ajaib lagi bagi masyarakat bahwa Pantai Parangtritis dipercaya sebagai gerbang masuk kerajaan ghaib di maritim selatan. Pantai ini juga dijadikan lokasi banyak sekali ritual baik oleh keraton maupun warga sekitar.

Salah satu ritual yang biasa dilakukan ialah Labuhan. Dalam ritual ini, juru kunci pantai dan utusan dari keraton akan melarung sesaji ke maritim lepas dengan cita-cita untuk menerima berkah, keselamatan, dan ketenteraman.

Labuhan biasa dilakukan pada hari penobatan sultan juga peringatan hari penobatan setiap satu dan delapan tahunnya. Selain itu, ritual ini juga biasa dilakukan pada dikala sultan akan menggelar hajatan tertentu mirip dikala akan menikahkan anaknya.

Gumuk pasir

Gumuk pasir merupakan fenomena alam yang unik di mana gurun pasir terbentuk di daerah yang mempunyai curah hujan tinggi mirip Jogja. Selain digunakan sebagai tempat wisata, gumuk pasir ini juga dijadikan laboratorium oleh para peneliti dari dalam maupun luar negeri.

Menurut hasil penelitian, gumuk pasir terbentuk dari material vulkanik Gunung Merapi yang terbawa sungai hingga ke laut. Material ini kemudian terbawa ombak ke daratan dan selanjutnya terbawa angin hingga membentuk suatu gurun dengan teladan guratan-guratan khas. Proses terjadinya gumuk pasir pun tak mampu dibilang singkat, diperlukan waktu ribuan tahun untuk angin membawa berton-ton pasir dan membentuk teladan unik mirip gurun pasir di Afrika.

Gumuk pasir seringkali dijadikan lokasi pemotretan baik untuk keperluan langsung mirip foto prawedding atau untuk keperluan komersil mirip syuting iklan, video klip dan film.

Pemandian air panas Parawedang

Masih di daerah Pantai Parangtritis, terdapat tempat pemandian air panas yang disebut dengan Parawedang. Tempat ini tergolong unik alasannya ialah meskipun air yang keluar dari sumber mata air ini terasa panas, namun dari hasil penelitian, tak ada kandungan sulfur atau welirang di dalamnya. Berendam di kolam pemandian ini dipercaya mampu mengobati banyak sekali macam penyakit kulit.

Lokasi dan transportasi

Pantai Parangtritis berlokasi di Jalan Parangtritis KM 28, Yogyakarta, atau sekitar 30 km dari sentra kota Yogyakarta. Untuk transportasi menuju Parangtritis, Anda mampu menggunakan kendaraan langsung maupun transportasi umum.

Jika menggunakan kendaraan pribadi, Anda mampu mengambil rute Yogyakarta – Kretek – Parangtritis atau Yogyakarta – Imogiri – Siluk – Parangtritis.

Untuk transportasi umum, Anda mampu menggunakan bus yang berangkat dari Terminal Giwangan, Yogyakarta. Bus tersebut mempunyai rute jurusan Yogyakarta – Parangtritis dan Anda mampu turun di Pantai Parangtritis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here