Wisata Jogja – Istana Air Taman Sari

0
53
Keindahan Istana Air Taman Sari Jogja
Keindahan Istana Air Taman Sari Jogja

Wisata Jogja – Istana Air Taman Sari

Yogyakarta hingga ketika ini merupakan salah satu kota tujuan wisata yang paling diminati di Indonesia, memperlihatkan aneka daerah wisata, mulai dari wisata alam, wisata sejarah, hingga wisata kuliner.

Satu dari sekian banyak daerah wisata sejarah yang ada di Yogyakarta ialah Istana Air Taman Sari Yogyakarta yang terletak di Jalan Taman, Yogyakarta. Taman Sari terletak sangat erat dengan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 15 menit dari alun-alun utara keraton. Tempat ini dulunya merupakan daerah rekreasi bagi keluarga kerajaan sekaligus sebagai benteng pertahanan yang dibangun pada tahun 1758-1765 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Sekarang, Istana Air Taman Sari merupakan salah satu cagar budaya di Yogyakarta yang telah menjadi daerah wisata terkenal di kota ini.

Bangunan yang memiliki luas awal 10 hektar ini memiliki 57 bangunan, yang terdiri dari kompleks bak pemandian, danau buatan, pulau buatan, jembatan gantung, kanal air, taman, lorong bawah tanah, serta beberapa gedung dengan arsitektur Eropa, China, Jawa, Hindu, Buddha, dan Islam. Pembangunan Istana Air Taman Sari ini didanai oleh Tumenggung Prawirosentiko, yang merupakan Bupati Madiun dan memakai jasa Demang Tegis, seorang arsitek dari Portugis. Saat ini, luas Istana Air Taman Sari sudah berkurang drastis alasannya ialah beberapa kompleksnya telah dijadikan pemukiman penduduk.

Istana Air Taman Sari Yogyakarta memiliki 4 kompleks, yaitu:
1. Danau buatan yang terletak di sebelah barat.

2. Pemandian Umbul Binangun, terletak di sebelah selatan danau buatan.

3. Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati, terletak di sebelah selatan Umbul Binangun.

4. Bagian sebelah timur yang memanjang dari Pemandian Umbul Binangun hingga Pasarean Ledok Sari dan Kolam Garjitawati, merupakan danau dengan pulau buatan serta jembatan gantung dan kanal.

Dari keempat kompleks yang ada di Taman Sari Yogyakarta, hanya Pemandian Umbul Binangun saja yang masih dalam keadaan utuh, sedangkan tiga bab yang lain sudah menjadi perkampungan penduduk yang dulunya merupakan abdi dalam Keraton Yogyakarta.

Di kompleks pertama, yaitu danau buatan, terdapat Pulo Kenongo, Pulo Cemethi, serta Sumur Gumuling.

a. Pulo Kenongo

Pulo Kenongo merupakan sebuah pulau yang ada di tengah-tengah danau buatan kompleks Taman Sari. Di sini terdapat gedung berjulukan Gedhong Kenongo, yaitu bangunan yang dulunya merupakan daerah tertinggi di Keraton Yogyakarta sehingga memungkinkan untuk melihat wilayah keraton secara keseluruhan. Di sekitarnya terdapat ventilasi udara untuk terowongan bawah tanah yang mampu dipakai jikalau akan melarikan diri dari musuh.
Anda mampu melihat matahari terbenam di sini alasannya ialah hingga ketika ini, daerah ini masih merupakan salah satu bangunan tertinggi di Yogyakarta. Dengan latar Kota Yogyakarta, matahari terbenam akan sangat berkesan.

b. Pulo Cemethi

Pulo Cemethi yang terletak di sebelah selatan Pulo Kenongo merupakan daerah yang dipakai sultan untuk meditasi. Untuk mencapai Pulo Cemethi ini, Anda harus melewati terowongan bawah tanah.

c. Sumur Gumuling

Sumur Gumuling terletak di bab barat Pulo Kenongo dan merupakan daerah peribadatan sultan yang mampu dicapai melalui terowongan bawah tanah. Walaupun dimaksudkan sebagai masjid, sumur ini berbeda dari masjid pada umumnya alasannya ialah berbentuk ceruk melingkar. Sumur Gumuling terdiri dari dua lantai, lantai pertama ialah untuk jemaah laki-laki, sedangkan lantai kedua merupakan daerah untuk jemaah perempuan. Di dalam Sumur Gumuling, jikalau Anda berbicara dengan keras maka bunyi Anda akan terdengar di seluruh pelosok bangunan. Di tengah-tengah sumur terdapat lima jenjang tangga yang menyiratkan 5 rukun Islam, 4 di antaranya naik dan bertemu di tengah, sedangkan tangga kelima menghubungkan keempat jenjang tangga tersebut menuju lantai 2. Di bawah tangga-tangga tersebut, Anda akan menemukan bak air yang merupakan daerah wudhu bagi jamaah.

BACA JUGA:  5 Tempat Wisata Dekat Pantai Anyer

Kompleks kedua dari Taman Sari memiliki beberapa bangunan, yaitu:

a. Gedhong Gapura Hageng

Gedhong Gapura Hageng merupakan pintu gerbang utama di sebelah barat, akan tetapi kini sudah tidak dipergunakan lagi dan pintu utama untuk pengunjung sudah dialihkan ke sebelah timur. Gedhong Gapura Hageng ini memiliki ruangan dua tingkat yang dihiasi relief untuk menggambarkan tahun awal pembangunan Taman Sari Yogyakarta, yaitu 1765.

b. Gedhong Lopak-Lopak (Gopok-Gopok)

Bangunan ini dulunya merupakan menara 2 lantai, namun kini bangunan ini sudah tidak ada dan digantikan oleh taman persegi delapan.

c. Umbul Pasiraman (Umbul Binangun)

Umbul Pasiraman atau biasa disebut sebagai Umbul Binangun merupakan daerah pemandian sultan beserta para putri dan selirnya yang dikelilingi oleh tembok-tembok tinggi di setiap sisinya. Umbul Pasiraman memiliki 3 buah bak berjulukan Umbul Muncar, Blumbang Kuras, dan Umbul Binangun yang berhiaskan air mancur berbentuk jamur dan mampu diakses melalui dua buah gerbang masuk di sebelah barat dan timur.

Di bab utara, ada bangunan yang dipakai untuk daerah istirahat dan berganti pakaian bagi para istri dan putri sultan, sedangkan di bab selatan terdapat menara yang dipakai oleh sultan untuk mengamati para selir dan putrinya yang sedang mandi di bawah. Sayangnya, di puncak menara ini sudah penuh dengan coretan vandalisme yang merusak keindahan bangunan.

d. Gedhong Sekawan

Terletak di sebelah timur Umbul Pasiraman dan berupa halaman dengan empat buah bangunan sebagai daerah peristirahatan sultan.

e. Gedhong Gapura Panggung

Saat ini Gedhong Gapura Panggung merupakan gerbang masuk utama yang dipakai oleh pengunjung untuk masuk ke kompleks Taman Sari dan terletak di sebelah timur Istana Air Taman Sari. Bangunan bertingkat 2 ini memiliki relief ular di dindingnya, menggambarkan tahun simpulan dibangunnya Taman Sari, yaitu 1758.

f. Gedhong Temanten

Bangunan ini terletak di sebelah timur Gedhong Gapuro Panggung dan dipakai sebagai daerah penjagaan.

Taman Sari Yogyakarta mengenakan harga tiket masuk sebesar 3.000 Rupiah untuk wisatawan lokal dan 7.000 Rupiah untuk wisatawan asing. Biasanya, di depan pintu masuk Anda akan menemui beberapa orang yang memperlihatkan jasa sebagai pemandu untuk wisata Taman Sari ini. Mereka tidak mematok tarif dalam jumlah tertentu, namun biasanya wisatawan menyampaikan 25.000 Rupiah untuk jasa mereka.

Jam buka Taman Sari: 08.00-14.00 WIB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here