Tempat Wisata di Magelang yang Wajib Dikunjungi

0
54
Harga Tiket Masuk Taman Kyai Langgeng Dan Wahana 1024x768
Harga Tiket Masuk Taman Kyai Langgeng Dan Wahana 1024x768

Tempat Wisata di Magelang yang Wajib Dikunjungi

Indonesia terbentang dari Sabang hingga Merauke, dihiasi sebanyak enam pulau-pulau besar yang berisikan 34 provinsi. Meskipun demikian, banyak orang yang belum mengenali Tanah Air sebagai negara yang kaya akan daerah wisata, dan lebih menentukan untuk terbang ke negeri orang ketika liburan. Padahal, Indonesia tak melulu hanya Pulau Bali dan Lombok, tak semata hanya Raja Ampat atau Taman Laut Bunaken.

Cobalah berkunjung ke Jawa Tengah, tepatnya ke Magelang, sebuah wilayah perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan Daerah spesial Yogyakarta. Tak terlalu santer terdengar, alasannya yaitu kota ini tak sebesar Semarang atau Surakarta. Namun, destinasi wisatanya tak kalah dari wilayah-wilayah lain di sekitarnya. Yuk, jelajahi Magelang dengan berkunjung ke 15 destinasi wisata ini!

1. Taman Kyai Langgeng

Tempat wisata di Magelang yang satu ini yaitu sebuah taman rekreasi berbasis edukasi untuk buah hati dan keluarga. Kyai Langgeng sendiri merupakan seorang pejuang kemerdekaan pada masa pemberontakan bersama Pangeran Diponegoro yang mana makamnya bisa Anda temukan di salah satu area di taman seluas 5 hektare ini. Selain itu, terdapat banyak sekali kemudahan dan bermacam-macam wahana permainan seru yang bisa Anda coba di daerah wisata di Magelang ini. Hutan buatan menjadi pemandangan alam paling menakjubkan yang akan setia menemani kunjungan Anda.

Tak hanya wisata alam, Anda juga bisa mengajak buah hati untuk mencoba serunya wahana air, edukasi, petualangan, permainan, hingga berwisata religi. Meskipun demikian, Anda akan dikenakan biaya pelengkap pada beberapa wahana, mirip contohnya pada wahana water ball, kolam renang, dan flying fox.

Berlokasi di Jalan Cempaka No. 6 Kota Magelang, Taman Kyai Langgeng tak jauh dari sentra perbelanjaan Artos Magelang. Taman ini buka setiap hari hingga pukul 16.30 WIB dengan harga tiket masuk sebesar Rp25.000 saja.

2. Gereja Ayam

Tempat wisata di Magelang yang satu ini yaitu sebuah gereja yang memang bentuknya mirip seekor ayam duduk dengan mahkota di atas kepalanya. Destinasi wisata ini mendadak amat terkenal semenjak dipakai sebagai salah satu latar di film legendaris Ada Apa dengan Cinta 2. Bentuk bangunannya yang unik menjadi salah satu daya tarik utama gereja ini.

Gereja Ayam mempunyai empat tingkatan. Di tingkat pertama, Anda akan menemukan luasnya ruangan gereja yang biasanya dipakai sebagai daerah ibadah. Lalu, naik satu tingkat, Anda akan menemukan leher ayam dan paruhnya yang bergincu di tingkat berikutnya. Di tingkatan terakhir, yaitu di bab teratas, Anda akan disuguhi dengan pemandangan alam yang luar biasa indah.

Gereja Ayam terletak di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Kabupaten Magelang, tepatnya sejauh 2,5 kilometer dari Candi Borobudur. Jika ingin berkunjung, siapkan uang tiket masuk sebesar Rp5.000 saja.

3. Bukit Tidar

Disebut sebagai “Pakunya Tanah Jawa”, Bukit Tidar biasanya dipakai sebagai daerah berlatih Akademi Militer setempat. Asal mula nama Tidar pun tak sembarangan. Konon katanya, pada zaman dahulu, setiap orang yang berkunjung ke bukit ini selalu meninggal, atau dalam Bahasa Jawa disebut dengan “modar”. Ari kata Tidar sendiri pun “mati” atau “modar”.

BACA JUGA:  Pantai Asmara, Pantai Romantis di Ujung Selatan Kalimantan

Deretan pohon pinus yang menjulang tinggi menciptakan daerah wisata di Magelang ini masih tampak asri dan segar. Berjalan kaki sedikit, Anda akan menemukan sebuah makam keramat yang kabarnya yaitu penakluk bukit ini, yaitu Syaikh Subakir. Tak jauh dari makam Syaikh Subakir, ada sebuah makam lainnya milik Kyai Sepanjang, yaitu tombak empunya Syaikh Subakir yang panjangnya hingga tujuh meter.

4. Candi Borobudur

Berkunjung ke Magelang tak akan lengkap tanpa menginjakkan kaki di salah satu daerah wisata di Magelang yang paling tersohor di dunia, Candi Borobudur. Candi yang dibangun pada rentang kala ke-18 Masehi oleh kaum Dinasti Syailendra ini telah dinobatkan sebagai salah satu warisan dan keajaiban dunia.

Melangkahlah ke dalamnya, dan Anda akan dibentuk takjub dengan banyaknya arca. Kabarnya, ada sekitar 504 arca yang ada di bangunan bercorak Buddha ini. Meniti tangga hingga ke puncak, terdapat sebuah stupa berukuran besar yang dikelilingi oleh 72 stupa kecil lengkap dengan arca di dalamnya. Konon, kalau tangan Anda bisa menyentuh tangan arca, apa pun cita-cita Anda akan segera terwujud.

5. Candi Mendut

Candi memang telah menjadi sebuah destinasi wisata yang amat menarik untuk dikunjungi. Kembali pada masa beratus tahun silam menciptakan kita mengerti bagaimana kisah-kisah kerajaan yang telah ada saling berebut kekuasaan. Salah satu candi yang wajib Anda tuju ketika berkunjung ke Magelang yaitu Candi Mendut.

Berdasarkan catatan yang ditulis oleh seorang arkeolog berjulukan J.G. de Casparis, Candi Mendut dibentuk oleh kaum Dinasti Syailendra pada tahun 824 Masehi, tepatnya pada masa pemerintahan Raja Indra. Namun, bangunan ini sempat menghilang, dan ketika ditemukan dan disusun kembali pada tahun 1836 silam, bab atapnya tidak pernah ditemukan.

Masih dari catatan yang sama, dituliskan bahwa pada masa itu, Raja Indra membangun satu bangunan suci yang dinamai Wenuwana, artinya hutan bambu. Kabarnya, inilah yang menciptakan Casparis menyimpulkan bahwa latar belakang pembangunan Candi Mendut yaitu sebuah daerah suci Raja Indra.

6. Candi Pawon

Tak jauh dari Candi Mendut, jangan lupa sekalian singgah ke Candi Pawon. Pada kala ke-20 silam, candi ini ditemukan dalam keadaan rusak di antara semak-semak. Lalu, bangunan ini pun dipugar pada tahun 1903. Tidak banyak informasi yang menceritakan perihal candi ini, tetapi dari sebuah catatan milik J.G. de Casparis, Candi Pawon dibangun lagi-lagi ketika Dinasti Syailendra sedang berkuasa.

Namun, bukti eksistensi Dinasti Syailendra sebagai pemilik candi ini tidak didapatkan, alasannya yaitu tak adanya arca bercorak Buddha. Meskipun demikian, terdapat hiasan-hiasan berupa pohon hayati yang hingga sekarang dipakai sebagai simbol dari kalpataru. Hiasan ini diapit oleh Kinara-Kinari, sebuah makhluk berbadan burung dengan kepala insan dan pundi-pundi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here