Pura Lempuyang, Gerbang Surga di Pulau Dewata

0
20
Jalan Setapak 2
Jalan Setapak 2

Pura Lempuyang, Gerbang Surga di Pulau Dewata

Pura Lempuyang Luhur salah satu obyek wisata di Bali, dan juga merupakan tempat suci bagi umat Hindu, pura berlokasi wilayah potongan Timur pulau dewata tepatnya di Kabupaten Karangasem.

Dalam peta wisata Bali, pura Lempuyang Luhur menjadi tujuan mendaki yang cukup menarik bagi wisatawan, terutama mereka yang menginap di wilayah Bali Timur mirip Amed, Tirtagangga dan Candidasa, alasannya yakni lokasinya berdekatan.

Pura Lempuyang, yang secara lokal disebut Pura Lempuyang Luhur, yakni salah satu Pura tertua dan paling dihormati di Bali. Penghormatan ini setara dengan Besakih, yang biasa disebut The mother temple of Bali. Mengenai usia dan kedudukan pura, kedua pura ini diyakini melebihi dari dominan pura lain di pulau Bali.

Pura Lempuyang Luhur merupakan sasaran yang cocok dimasukkan dalam planning perjalanan selama di pulau Bali. Pura lempuyang berposisi di puncak Gunung Lempuyang, di potongan Timur Pulau Bali. Pura lempuyang tepatnya berada pada ketinggian 1.175 m di atas permukaan laut.

Untuk mencapai pura lempuyang luhur, pengunjung harus melalui tangga curam dengan lebih dari 1.700 anak tangga. Sepanjang perjalanan mandaki anak tangga, pengunjung (pemedek, dalam bahasa lokal) mampu berinteraksi dengan puluhan monyet. Monyet abu-abu berekor panjang ini mendiami hutan pegunungan yang sejuk di sekitarnya.

Untuk pengunjung yang tidak berpengaruh mendaki ribuan anak tangga itu, tidak perlu kawatir kehilangan kesempatan menikmati keindahan. Mereka yang tidak naik ke puncak di Pura Lempuyang masih mampu menikmati pemandangan indah di pura Pura Penataran Agung yang megah di kaki gunung.

Saat mengunjungi Pura Lempuyang, pemandanganyang yang pertama kali terlihat yakni pemandangan yang mengesankan dari tangga bergaya arsitektur bali dengan naga di kedua sisi pegangan tangga. Pemandangan terbaik berada di atas tangga, di mana pengunjung mampu melihat jauh melintasi lereng berhutan hijau. Dari posisi ini Gunung Agung juga terlihat dengan jelas.

Lokasi Pura Lempuyang
Pura lempuyang berada di kecamatan abang, kabupaten Karangaem, bali. Posisi ini yakni ujung timur pulau bali. Lereng timur gunung lempuyang eksklusif jatuh di pantai timur Bali.

Rute dan Cara Menuju Pura Lempuyang
Jika berangkat dari kota Denpasar, Pura Lempuyang ini mampu dicapai melalui tempat wisata Candi Dasa melewati kota Amlapura (ibukota Kabupaten Karangasem) dengan waktu tempuh sekitar 2 jam perjalanan dengan motor.

Alternatif jalur lainnya yakni melalui Kecamatan Selat Karangasem, melalui kota Semarapura dengan mengambil arah jalan ke Besakih. Jarak yang jauh tidak menjadi sangat melelahkan ketika terbayar oleh hamparan bukit nan indah, jeram hingga pantai sepanjang Jalan menuju Pura lempuyang.

Transportasi untuk mencapai Pura lempuyang hanya kendaraan pribadi. Tidak ada angkutan umum untuk mencapai lokasi ini. Pengunjung mampu menggunakan speda motor sewaan atau kendaraan beroda empat sewaan. Kedua pilihan ini sangat gampang diperoleh di sekitaran Denpasar.

Jam Buka Pura Lempuyang
Pura lempuyang terbuka selama 24 jam. Pura terbuka 24 jam, untuk memfasilitasi umat hindu yang sering melaksanakan mekemit (menginap di pura) di pura ini.

Tiket Masuk Pura Lempuyang
Tidka ada tiket khusus berupa karcis untuk masuk ke area Pura Lempuyang. Pengunjung hanya dikenakan pungutan permobil. Yaitu sebesar 5 ribu rupiah per mobil.

Untuk yang akan memasuki area sekitar pura, diwajibkan menggunakan kain. kalau pengunjung tidakmemebawa, disediakan fasilitas sewa kain seharga 10 ribu rupiah.

Fasilitas Pura Lempuyang
Fasilitas wisata di pura ini tidak begitu lengkap, alasannya yakni lokasi ini memang tidak didesain sebagai lokasi wisata. Lokasi ini sepenuhnya didesain sebagai Pura tempat sembahyang. Di tambah dengan adanya hukum Daerah mengenai larangan pendirian kemudahan pariwisata dalam radius tertentu dari akal-akalan besar, termasuk pura lempuyang.

Namun fasilitas dasar mirip toilet dan warung minuman ringan serta snack, tersedia di lokasi ini. Fasilitas itu diperuntukkan untuk pemedek (umat yang sembahyang) namun tentu saja juga mampu dipakai oleh wisatawan.

BACA JUGA:  Wisata Bogor – Taman Wisata Mekarsari

Spot Menarik Pura Lempuyang
Gates Of Heaven

Dan ketika waktu sore menjelang malam, pengunjung mampu menikmati keindahaan cahaya sunset yang berwarna keemasan, spot yang paling pas untuk berfoto yakni di gerbang atau candi Bentar yang ada di Pura Lempuyang tersebut. Saking indahnya candi tersebut dinamakan dengan Gates Of Heaven Bali.

Foto dengan pasangan di Gates Of Heaven tersebut akan menjadi suatu kenangan yang tak terlupakan selama anda berlibur di Bali.

Candi Gelung Jaba Tengah

Arsitektur yang megah, indah dan manis dengan ornamen khas tradisional Bali tampil jumawa memisahkan areal luar pura dengan potongan dalam, seolah memisahkan sifat keduniawian insan dengan tujuan rohani dan mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.

Anak tangga menuju areal madya mandala yang nantinya menuju utama mandala Pura Penataran Agung Lempuyang ini diapit oleh sepasang patung Naga Anantaboga dan Basuki, serta deretan patung Pandawa, dari patung yang paling bawah yaitu Sahadewa, Nakula, Arjuna, Bima, Yudistira dan yang paling atas yakni patung Krisna yang dikenal sebagai penjelmaan tuhan Wisnu. Secara psikis peletakan patung-patung tersebut menunjukkan penegasan setiap jenjang area mempunyai makna yang berbeda-beda.

Jalan Setapak Mendaki

Dari lempuyang Madia (bisa dicapai dnegankendaraan) menuju ke pempuyang luhur, Pengunjung harus melalui jalan mendaki. Jalan ini sudah di keraskan dengan beton.

Jalan setapak ini terdiri dari jalur menanjak dan jalur tangga. Namun dari kedua jenis jalur itu, 1 hal yang sama dari keduanya adalah: sama sama berada di tengah kerimbunan hutan yang masih lestari, dan sama sama berpeluang berjumpa dengan monyet bubuk abu ekor panjang.

Monyet Ekor Panjang
Monyet di sekitar pura lempuyang memang merupakan binatang liar. Namun mereka tidak ganas. Sepanjang puluhan tahun, jarang sekali ada catatan soal penyerangan monyet kepada manusia, baik penduduk lokal maupun pemedek dan wisatawan.

Hanya saja demi kehati-hatian, pengunjung sebaiknya tidak menggunakan pelengkap emas yang mencolok mirip kalung panjang atau anting panjang. Karena pelengkap semacam itu mampu memancing monyet untuk menarik pelengkap itu. Jika ditarik oleh monyet, tentu mampu menjadikan cedera pada leher atau telinga.

Sejarah dan Legenda Pura Lempuyang
Mengacu pada Lontar Kutara Kanda Dewa Purana Bangsul yang menyatakan bahwa Sang Hyang Parameswara membawa gunung-gunung yang ada di Bali dari jambudwipa yaitu di India ke Gunung Mahameru.

Potongan-potongan Gunung Mahameru tersebut dibawa ke Bali dan dipecah kembali menjadi tiga buah potongan besar, kemudian dipecah kembali menjadi bagian-bagian kecil. Bagian tengah menjadi Gunung Batur dan Rinjani sedangkan pada puncaknya menjadi Gunung Agung, yang dimana Gunung Agung kini ini yakni gunung tertinggi di Pulau Bali

Pecahannya yang jauh lebih kecil menjadi deretan gunung-gunung yang berhubung satu sama lain. Gunung-gunung yang berafiliasi ini antara lain Gunung Pengalengan, Beratan, Nagaloka, Pulaki, Puncak Sangkur, Bukit Rangda, Trate Bang, Padang Dawa, Andhakasa, Sraya, Uluwatu, Tapsai dan Gunung Lempuyang.

Gunung-gunung yang telah disebutkan tadi dipakai sebagai istana para dewa, manifestasi Tuhan untuk menjaga Bali dalam kepercayaan agama Hindu.

Pura Lempuyang terbagi dalam tiga mandala yaitu Lempuyang Sor, Lempuyang Madya dan Lempuyang Luhur. Berdasarkan lontar Markandeya Purana, Pura Lempuyang didirikan oleh Rsi Markandeya sekitar kurun ke-8 M. Pada dikala itu Rsi Markandeya menciptakan sebuah pesantrian untuk keperluan persembahyangan sekaligus membabarkan pemikiran Hindu.

Lokasi Menarik di Dekat Pura Pempuyang
Pilihan Wisata di Karangasem Selain mengunjungi Pura Lempuyang, ada beberapa wisata yang mampu dikunjungi di akrab area itu, antara lain: Gunung Agung,Ujung Water Palace, Pantai Amed, Taman Tirta Gangga, dan Spot diving/Snorkeling Tulamben.

Demikain itu gosip yang mampu kita bagikan, buat persiapan sebelum berkunjung ke Pura Lempuyang Luhur Bali. Dan pastinya sayang banget kalau kau berlibur tapi tidak sempat tiba ke tempat wisata di Baliyang satu ini. Apalagi untuk hingga kesini hanya perlu 2 jam berkendara dari kota Denpasar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here