Pulau Karampuang, Hutan Kota Tengah Laut Kota Mamuju

0
3
Pulau Karampuang
Pulau Karampuang

Pulau Karampuang dikelilingi oleh air bahari jernih berwarna biru. Kejernihan air lautnya menciptakan biota bahari mampu dilihat hanya dari permukaan saja. Spot terbaik untuk melihat keindahan bawah bahari tersebut yaitu di dermaga kayu yang dibangun di garis pantai.

Luas wilayah dari Pulau Karampuang yaitu sebesar 6,37 km2 dengan jumlah penduduk yang mencapai 2.937 jiwa. Pulau ini berpenduduk dominan etnis Suku Mamuju. Pulau ini juga masih minim akomodasi yang ada. Namun dari sinilah petualangan di pulau ini menjadi sangat menarik dan alami.

Ada 6 titik untuk masuk ke dalam pulau yang dihuni oleh 3.327 . Pulau ini luasnya sekitar 6 Km persegi dan keberadaannya sempurna di depan ibukota provinsi Sulawesi Barat itu menyebabkan Karampuang layaknya merupakan lahan hutan kota Mamuju.

Pulau Karampuang mempunyai keindahan bawah bahari yang berupa terumbu karang dan biota bahari yang mengagumkan bagi siapa saja yang melihatnya. Selain itu, di tempat pulau ini terdapat sebuah dermaga kayu sepanjang 500 meter dan dibangun dari garis pantai yang menjorok ke laut.

Air lautnya pun juga sangat higienis dan jernih tidak kalah dengan pemandangan bawah laut.

Lokasi Pulau Karampuang
Pulau Karampuang merupakan sebuah pulau yang terletak di Desa Karampuang, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Pulau ini mampu terlihat terang dari Anjungan Pantai Manakarra. Jaraknya yang erat dari sentra Kota Mamuju dengan memperlihatkan suasana damai dan keindahan bawah laut, tak heran kalau Pulau indah ini menjadi salah satu destinasi favorit bagi warga Mamuju dan sekitarnya untuk menikmati liburan.

Rute Menuju Pulau Karampuang
Letak Pulau Karampuang ini sangat gampang dijangkau lantaran hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari kota Mamuju. Untuk menuju tempat obyek wisata ini, pengunjung mampu memulai perjalanan dari dermaga kota Mamuju yang terdapat di area tempat pelelangan ikan Kasawi.

Dari dermaga ini, pengunjung mampu menyewa bahtera motor yang biasa disebut dengan sebutan katinting. Waktu yang diharapkan untuk menuju Pulau mempesona ini sekitar 20 menit dan biaya sewa berkisar Rp 20.000 saja.

Sepanjang perjalanan menuju Pulau Karampuang, disajikan dengan jernihnya air laut, dan sepoi-sepoi angin. Makin mendekati tujuan, airnya semakin jernih, berwarna biru toska, dan memang tampaknya masih sepi dan belum terlalu dikomersilkan.

Jam Buka Pulau Karampuang
Pulau Karampuang yaitu pulau berpenduduk, sehingga pulau ini mudah terbuka 24 jam bagi banyak sekali aktifitas.

Tiket Pulau Karampuang
Tiket masuk kunjungan tidak ada di pulau wisata ini. Makara pengunjung hanya perlu menyiapkan uang untuk biaya transport naik bahtera ke pulau indah ini.

Fasilitas Pulau Karampuang
Fasilitas di pulau ini masih mampu dikatakan minim, belum ada listrik PLN yang masuk ke pulau. Listrik dipenuhi dengan pembangkit diesel dan panel Surya.

Jika ingin menikmati keindahan Pulau Karampuang lebih lama, pengunjung mampu menginap di beberapa pondok penginapan yang terbuat dari anyaman bambu dan pohon pinang sebagai tiangnya. Pondok klasik ini berada di antara pepohonan yang rindang sehingga akan terasa suasana yang alami dan menenangkan.

Daya Tarik Pulau Karampuang
Makna Nama Pulau Karampuang
Dalam bahasa lokal, kata Karampuang, kalau diartikan dalam bahasa Indonesia artinya rembulan atau bulan purnama.

Ada versi lain dalam soal nama Karampuang. Konon pulau itu menjadi tempat persembunyian para raja dari kejaran tentara Belanda di jaman penjajahan dulu. Tempat persembunyian itu dinamakan Karampuang lantaran kata itu disusun dari Kara artinya karang, batu, atau pulau dan Puang artinya bangsawan, ningrat, raja (maradika).

Dari adonan dua kata itu membentuk sebuah arti pulau para raja atau pulau para bangsawan. Bahasa itu berasal dari bahasa suku di Sulawesi mirip Bugis, Makassar, dan Toraja. Apapun asal-usul namanya yang terang bila singgah di pulau yang dihuni dominan etnis Suku Mamuju itu akan takjub meski masih minim fasilitas.

Keindahan Bawah Laut

Pengunjung Pulau Karampuang akang disambut dengan dermaga kayu dari Pelabuhan Ujung Bulo yang menjorok ke bahari sepanjang kurang lebih lima ratus meter. Dari dermaga yang juga merupakan landmark dari pulau ini, pemandangan bawah bahari Pulau sudah mampu terlihat dengan jelas.

BACA JUGA:  Taman Air Mancur Sri Baduga, Mercusuar di Kabupaten Terkecil Jabar

Keanekaragam terumbu karang mulai dari soft coral hingga hard coral menarik hati semua mata yang melihatnya. Seakan mengundang untuk menceburkan diri ke dalam air demi melihat kumpulan terumbu karang tersebut dari jarak dekat.

Pulau Karampuang sendiri memang mempunyai potensi wisata yang cukup besar yang mampu dieksplor dari keindahan bawah lautnya. Bagi para pecinta snorkeling ataupun diving, Pulang Karampuang merupakan destinasi yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke wilayah Mamuju.

Selain keanekaragam terumbu karangnya, pemandangan bawah bahari Pulau Karampuang juga diramaikan oleh kehadiran berberap jenis ikan bahari mirip ikan badut dan ikan abang renta berdahi bundar atau juga dikenal dengan sebutan ikan bumphead.

Untuk menikmati keindahan bawah bahari dari Pulau, tidaklah melulu harus dengan diving. Pengunjung sudah mampu menikmatinya dengan ber-snorkelling di erat dermaga Ujung Bulo dan beberapa tempat lainnya di sekitar Pulau Karampuang.

Hanya dengan kedalaman sekitar dua meter hingga empat, keindahan bawah bahari dari pulau yang dulunya disebut sebagai Pulau Liutang ini sudah mampu dinikmati oleh para pecinta bawah laut. Di Pulau Karampuang sendiri terdapat satu spot menyelam andalan.

Terdapat wall site yang terdiri dari kumpulan terumbu karang yang ibarat dinding besar yang menciptakan pengalaman menyelam di pulai ini berbeda dengan tempat tempat lainnya. Keragaman biota bahari yang masih terjaga hingga dikala ini terang merupakan potensi wisata dari Pulau Karampuang yang mampu dieksplorasi lebih jauh lagi.

Sumur Jodoh
Terdapat sebuah sumur unik di pulau karampuang. Sumur ini umum dikenal dengan nama Sumur tiga rasa. Sumur tiga rasa yang letaknya tak jauh dari dermaga. Sayangnya, kondisinya kurang terawat dan tak terjaga kebersihannya.

Menurut dongeng warga setempat, sumur ini awalnya ditemukan oleh seorang ulama berjulukan KH Muhammad Ali Hanapi yang lebih dikenal dengan sebutan “Puang Nurung”, pada tahun 1979. Puang Nurung meyakini eksistensi sumur tersebut merupakan berkah bagi warga Pulau.

Beliau pun merenovasi sumur tersebut dengan membangun 3 lubang sumur untuk memisahkan 3 rasa air tersebut, yakni hambar, payau, dan asin.

Sumur ini juga terkenal dengan nama Sumur Jodoh. Ihwal penyebutan sumur jodoh ini pun berawal ketika salah seorang pegawai perempuan dari Departemen Sosial Sulawesi Selatan yang masih lajang melaksanakan peran dinas ke Pulau Karampuang.

Agar dimudahkan jodohnya, warga setempat pun menyarankan perempuan tersebut meminum dan membasahi badannya dengan air sumur itu.

Alhasil, hanya berselang beberapa ahad sesudah pulang dari Pulau Karampuang, perempuan tersebut menemukan jodohnya. Cerita ini berkembang dan menyebar ke masyarakat hingga kemudian sumur ini pun terkenal dengan nama sumur jodoh.

Goa Lidah
Selain sumur 3 rasa, pulau karampung juga mempunyai objek awal unik berupa Goa. Go aini berjulukan goa lidah. Terdapat tangga yang mampu dipakai untuk menyusuri gua hingga ke dalam. Dari luar, gua ini terlihat kecil lantaran mempunyai lisan gua yang berukuran kecil.

Namun sesudah memasuki gua dan hingga ke dalam maka pengunjung akan menjumpai ruangan gua yang luas dengan dinding gua yang kokoh. Jangan heran kalau menemukan banyak kelelawar di dalam gua ini.

Objek Wisata Dekat Pulau Karampuang
Selain pulau nan indah ini, di kota mamuju juga terdapat objek indah, pantai Manakara. Pantai Manakarra semenjak dulu dikenal sebagai pantai “Losari-Nya” Mamuju. Hal ini bukannya tanpa alasan, pantai manakarra mempunyai pemandangan yang eksotik dan menawan.

Dengan latar belakang pulau karampuang yang terhampar disepanjang sudut penglihatan, pantai Manakarra benar-benar mempunyai keindahaan Panorama pantai yang memikat mata.

Jika menyukai wisata dengan panorama ketinggian, mampu mencoba Kelapa Tujuh. Tempat ini terasa lebih indah kalau dinikmati di malam hari, ada view mirip hamparan berlian. Pada pagi dan siang hari pengunjung mampu menikmati “Anjoro Pitu” dengan melemparkan pandangan pribadi ke Pulau Karampuang dan juga pantai manakara.

Demikianlah sedikit paparan mengenai keindahan pulau karampuang Mamuju. Semoga mampu kau jadikan rujukan liburan kau ya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here