Pesona Goa Gong Pacitan Yang Mendunia, Wajib Dikunjungi!

0
6
Goa Gong Pacitan
Goa Gong Pacitan

Pesona Goa Gong Pacitan Yang Mendunia, Wajib Dikunjungi!

Apa yang terbersit pertama kali di pikiran anda ketika mendengar nama Pacitan? Sebagian besar mungkin akan dengan cepat menjawab SBY, masuk akal saja alasannya kota ini merupakan tempat kelahiran presiden ke-6 Indonesia. Namun di mata para pecinta alam, hal pertama yang akan terpikirkan yaitu Gua. Benar, Kota Pacitan juga populer dengan julukan kota 1001 gua, dan satu yang populer disini yaitu tempat wisata Goa Gong Pacitan.

Pacitan merupakan wilayah di Jawa Timur yang dikelilingi oleh pegunungan kapur, yang menimbulkan tanah di daerah ini kering dan tidak subur. Tanah di permukaan Pacitan memang gersang dan mempunyai sedikit unsur hara, namun anugerah Yang Maha Kuasa ternyata bukan terletak di atas permukaan, namun di bawah permukaan tanahnya.

Pacitan dianugerahi keindahan bawah tanah yang mempesona berupa gua-gua kapur yang dihiasi stalaktit dan stalakmit. Gua yang paling populer dan paling indah yaitu Gua Gong.

Keindahan Gua Gong tak tertandingi oleh gua-gua lain di Pulau Jawa, bahkan ada yang menyebutkan bahwa Gua Gong yaitu Gua terindah di Asia Tenggara.

Memasuki goa Gong, anda akan disambut deretan stalaktit dan stalakmit yang indah. Dibantu penerangan yang cukup anda mampu masuk lebih dalam dan menyusuri lorong gua sepanjang 256 meter.

Di ujung lorong, anda akan menemukan alasan kenapa Gua Gong disebut sebagai gua terindah se-Asia Tenggara. Sebuah ruangan yang membentuk kubah rakasa sepanjang 100 m, dengan lebar 15 hingga 40 meter dan tinggi antara 20-30 meter akan menciptakan anda berdecak kagum.

Stalaktit dan stalakmit dengan aneka bentuk dan ukuran menghiasi seluruh penjuru ruangan. Beberapa diantaranya bahkan diberi nama alasannya untuk mengabadikan keindahannya mirip Selo Jengger Bumi, Selo Pakuan Bomo, Selo Bantaran Angin, Selo Citro Cipto Agung, Selo Adi Citro Buwono, dan lain sebagainya.

Untuk menjelajahi seluruh lorong dan bab dalam gua, anda memerlukan waktu sekitar 2 jam. Namun waktu yang cukup usang itu tidak akan terasa dan melelahkan alasannya anda akan terus merasa takjub akan keindahan yang disajikan Gua Gong.

Anda tak perlu khawatir ketika menjelajahi gua ini, alasannya pemerintah setempat telah menambah prasarana di dalam gua mirip tangga, pagar pengaman, penerangan dan kipas angin untuk memudahkan penelusuran (walau anda tetap harus berhati-hati).

Di dalam Gua Gong terdapat beberapa ruangan. Ruang-ruang tersebut yaitu Ruang Sendang Bidadari, Ruang Bidadari, Ruang Kristal dan Marmer, Ruang Pertapaan dan Ruang Batu Gong.

Salah satu ruangan dalam gua pernah dipakai sebagai tempat konser musik yang disiarkan pribadi di empat negara dalam rangka mempromosikan potensi Gua Gong.

Selain keindahan stalaktit dan stalakmit yang menghiasi ruangan gua, ada juga mata air (sendang) yang berdasarkan penuturan warga sekitar mempunyai kekuatan magis menyembuhkan bermacam-macam bagi mereka yang mempercayainya.

Mata air itu antara lain Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, Sendang Kamulyan dan Sendang Relung Nisto.

Misteri Dan Sejarah Goa Gong Pacitan

Menurut dongeng dari warga sekitar, Goa Gong ditemukan sekitar tahun 1930an. Akibat demam isu kemarau berkepanjangan, Pacitan mengalami kekeringan dan sangat sulit untuk memperoleh air.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, 2 orang warga berjulukan Mbah Noyo Semito dan Mbah Joyo mencari sumber mata air yang mampu dipakai untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Akhirnya mereka menemukan sebuah lubang dan berinisiatif untuk menelusurinya. Dengan hanya membawa obor, mereka masuk ke lubang tersebut dan menyusuri lorong-lorong yang ada di dalamnya. Lubang yang mereka masuki ternyata sangat dalam, Mbah Noyo dan Mbah Joyo menghabiskan sebanyak tujuh obor hingga keduanya menemukan mata air.

BACA JUGA:  Pantai Sekerat, Gadis Desa Terpencil yang Mulai di Dandani

Setelah beristirahat dan mandi di mata air tersebut, mereka pulang sambil mengangkut air dan membawa kabar baik untuk penduduk. Mulai dikala itu, warga berbondong-bondong memanfaatkan mata air yang ada di gua tersebut.

Nama Gua Gong sendiri diambil dari misteri yang dahulu sempat menyelimuti dan menghantui masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar gua mengungkapkan bahwa di malam hari mereka sering mendengar bunyi tabuhan ibarat bunyi gong (salah satu alat musik gamelan) yang berasal dari dalam gua.

Ada juga yang menyampaikan bahwa di salah satu ruangan gua terdapat kerikil yang apabila ditabuh akan mengeluarkan bunyi yang menggema mirip bunyi gong.

Tetapi secara ilmiah, bunyi yang muncul itu ternyata mampu dijelaskan. Suara yang terdengar ibarat bunyi gong tersebut dihasilkan dari tetesan air yang menimpa Stalaktit atau stalakmit di gua tersebut.

Ditambah dengan gema yang dipantulkan oleh deretan batuan di dalam gua bahwasanya bunyi yang dihasilkan cukup lezat untuk dinikmati.

Lokasi Gua Gong
Secara administratif, Gua Gong berada di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Gua ini berjarak sekitar 37 km dari sentra kota Pacitan ke arah barat (arah Wonogiri).

Rute Jalan Ke Lokasi
Untuk mencapai Gua Gong, pengunjung mampu melalui 3 jalur yang berasal dari kota-kota di sekitar Pacitan yaitu Ponorogo, Wonogiri dan Trenggalek.

Jalur pertama yaitu jalur bagi mereka yang berasal dari Yogyakarta. Rute yang ditempuh yaitu Yogyakarta menuju Gunung Kidul. Dari Gunung Kidul perjalanan dilanjutkan ke arah Wonogiri (Pracimantoro) terus hingga Pacitan. Petunjuk arah menuju Gua Gong mampu anda temui sebelum memasuki Kota Pacitan.
Jalur kedua yaitu dari Solo. Dari Solo, arahkan kendaraan anda menuju Wonogiri (Baturetno), dilanjutkan hingga Pacitan. Sama dengan perjalanan dari Yogyakarta, petunjuk menuju Gua Gong anda temui di sebelah kanan sebelum masuk Pacitan.
Jalur ketiga merupakan jalur bagi mereka yang berasal dari daerah Surabaya dan sekitarnya. Dari Surabaya, perjalanan diarahkan ke arah Nganjuk hingga Madiun. Dari sini lanjutkan ke Ponorogo terus hingga Pacitan. Untuk mencapai Gua Gong, lanjutkan perjalanan keluar Pacitan menuju Wonogiri. Plang jalan menuju Gua Gong mampu anda temukan di sebelah kiri jalan.
Selain melalui Madiun, anda yang berasal dari Surabaya mampu juga memakai rute melalui Kediri dan Trenggalek. Rute ini memang memakan waktu yang lebih panjang, namun sebelum memasuki Pacitan anda akan melalui jalan dengan keindahan pantai di sebelah kiri jalan.

Pemandangan indah pantai mirip yang anda rasakan ketika menuju Denpasar dari Kota Negara di Bali.

Untuk mereka yang ingin berkunjung memakai kendaraan umum, tak perlu khawatir alasannya tersedia bis umum maupun travel yang melayani perjalanan menuju Pacitan.

Harga Tiket Masuk Goa Gong
Untuk menelusuri dan menikmati keindahan Gua Gong, anda tidak harus merogoh kocek yang dalam. Hanya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp. 5.000 per orang, anda mampu dengan bebas menjelajahi pesona Gua Gong.

Pengeluaran lain mungkin anda lakukan untuk menyewa senter (Rp 5000) sebagai penerangan pemanis di dalam gua, ataupun menyewa guide kalau perlu (Rp 30.000).

Selain itu anda hanya harus mengeluarkan ongkos untuk biaya parkir kendaraan.

Fasilitas
Sebagai objek wisata populer dan ramai dikunjungi, Gua Gong menyediakan kemudahan yang cukup memadai.

Lahan parkir yang luas, mushola, toilet mampu dengan gampang anda temukan di daerah ini. Warung-warung yang menjajakan masakan dan minuman serta souvenir khas pun banyak tersebar di area wisata Gua Gong.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here