Pantai Mandorak, Si Cantik yang Dilindungi 2 Tebing

0
4
Dari Tebing Pantai Mandorak
Dari Tebing Pantai Mandorak

Pantai Mandorak ialah sebuah pantai anggun dengan pasir putih halus yang menawan. Pasir putih yang tersebar terlihat berkilau di bawah sinar matahari. Hamparan pasir putih berpadu mesra dengan air maritim jernih khas Samudera Hindia. Dengan warna biru tosca, pengunjung bahkan mampu melihat dasar maritim dan kehidupan di dalamnya dari permukaan pantai

Posisi pantai Mandorak berada di balik dua tebing yang curam dengan jarak kurang lebih 5 meter. Arus gelombang air maritim masuk melalui celah tebing-tebing yang ibarat pintu gerbang. Berada di pantai ini, pengunjung akan merasa mirip berada di pantai privat berdinding.

Di tempat ini juga terdapat curug yang mampu dipakai untuk mandi oleh para pengunjung. Beberapa nelayan juga biasa dijumpai di area Pantai Mandorak. Kapal-kapal ikan yang biasa di gunakan melaut, menepi di bawah pohon-pohon kelapa yang teduh.

Pengunjung mampu naik ke atas tebing untuk melihat keindahan maritim lepas di baliknya. Jika mempunyai nyali yang besar, Pengunjungjuga mampu melaksanakan jump clif dari atas tebing. Namun harus tetap diperhatikan unsur keamanannya.

Lokasi Pantai Mandorak
Pantai Mandorak terletak di Desa Pero Batang, Kecamatan Kodi, Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Pantai Mandorak terletak jauh dari kota dan keramaian sehingga pengunjung akan merasa sangat hening serta nyaman ketika berada di pantai ini. Keindahan pantai-pantai yang menghadap pribadi ke samudera memang tidak perlu diragukan lagi.

Rute Menuju Pantai Mandorak
Unutk mencapaipantai Mandorak, bsia ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun mobil. Jika tiba dari Bandara Tambolaka, pengunjung mempunyai dua pilihan transportasi, yaitu dengan kendaraan beroda empat dan sepeda motor.

Jalan utama dari Bandara Tambolaka ke Desa Kalenarongo dalam kondisi baik dan mulus. Tapi, kanal dari jalan utama ke pantai berkelok-kelok. Jalan setapaknya sempit hanya 1,5 meter dan dipenuhi oleh kerikil dan batu.

Selain itu, pengunjung akan melalui flora liar di sepanjang jalan. Dari Pero Batang, diperlukan sekitar 30 menit.

Meski sulit mengakses pantai, namun sesudah hingga di nirwana yang tersembunyi, pengunjung tidak akan menyesal menghabiskan petualangan menuju pantai.

Pengunjung akan dibaut terkagum-kagum melihat Pantai Mandorak.

Jam Buka Pantai Mandorak
Uutk menikmati keindahan pantai Mandorak, pengunjung bsia tiba 24 jam.

Tiket Pantai Mandorak
Sampai ketika ini untuk mampu menikmai keindahan pantai mandorak, pengunjung belum dimintai tiket masuk.

Fasilitas Pantai Mandorak
Terdapat akomodasi toilet dans eklaian berfungsi sebagai ruang ganti baju atau bilas usai bermain di pantai.

Saat menjelang senja, jangan buru-buru meninggalkan pantai, luangkan waktu sejenak untuk melihat megahnya pemandangan sunset di Pantai Mandorak ini.

Daya Tarik Pantai Mandorak
Pantai Mandorak tidak hanya sekedar cantik. Pantai yang berada di Sumba Barat Daya ini memberikan hamparan keindahan di setiap sudut pantai. Sedikitnya ada beberapa daya tarik, kenapa pantai ini wajib dikunjungi ketika berwisata ke Pulau Sumba.

Pantai Diapit Dua Tebing

Ciri khas Pantai Mandorak ialah begitu pengunjung hingga di pantai, pribadi dihadapkan pada hamparan pasir putih yang diapit dua tebing. Dua tebing karang ini karang menjorok ke arah maritim dan memilki ketinggian yang tidak terlalu tinggi.

Ombak sesekali berdebur di antara tebing menjadikan buih putih. Sementara di belakang buih ombak, terlihat air maritim terlihat berwarna hijau toska dan jernih. Kalau sedang tenang, gradasi air lautnya terlihat sangat terang sekali. Bahkan termasuk juga warna merah batuan di bawah air laut.

Tebing Yang Praktis Didaki
Memandangi panorama Pantai memang selalu terlihat lebih menarik kalau mampu dinikmati dari ketinggian. Baik itu dari arah belakang, maupun dari arah sisi kiri dan kanannya. Pantai Mandorak mempunyai kemudahan untuk melaksanakan hal ini, khususnya menikmati pantai dari ketinggian di sisi kanan atau kiri.

Tebing kiri maupun kanan Pantai Mandorak mampu dinaiki. Bahkan menaiki kedua tebing ini mampu dilakukan dengan relatif mudah. Pengunjung hanya perlu sedikit hati-hati, ketika mesti melewati batu-batu karang. Namun secara keseluruhan, perjalanan mendaki itu gampang dan aman. Bahkan untuk anak-anak.

Di atas tebing sebelah kanan, banyak sekali sudut yang mampu dijadikan spot foto. Yang paling favorit tentu saja spot kerikil menjorok. Posisi kerikil menjorok ini kurang lebih satu garis lurus dengan bangunan beratap khas Sumba yang terlihat di seberang.

BACA JUGA:  Tempat Wisata di Belitung yang Wajib Dikunjungi

Berfoto di ketinggian tebing ini, menciptakan pengunjung mampu menerima lengkungan tepat tebing di seberang. Apalagi kalau kamera yang dipakai mempunyai lensa wide, hasil foto niscaya lebih spektakuler.

Di tebing sebelah kiri, terdapat lebih banyak lagi sudut menarik. Di tebing kiri ini ada ceruk, sehingga terbentuk tanjung di seberang. Kaprikornus kalau ke ujung tanjung, pengunjung mampu memotret teman-teman yang berada di sisi satunya lagi.

Garis Pantai Bisa Difoto Dari Sisi Luar

Bisa Saling Memotret Antar Tebing
Dari ujung tanjung tebing sebelah kiri, pengunjung juga mampu mengarahkan kamera ke tebing sebelah kanan pantai yang berada di seberang. Lebih bagus kalau ada model yang berdiri di seberang. Kaprikornus kalau contohnya pengunjung tiba berpasangan, mampu membagi tugas.

1 orang menaiki tebing sebelah kanan, satunya lagi menaiki tebing sebelah kiri. Kemudian pengunjung mampu saling berpose, dan saling mengambil gambar dari tebing yang berseberangan.

Water Blow
Memang tidak semua orang yang tiba ke pantai Mandorak, bsia beruntung melihat fenomena alam water blow. Ada pengunjung yang bercerita, bahkan hingga pada kunjungan ketiga gres melihatnya.

Sesuai dengan namanya, Water Blow merupakan deburan ombak yang besar yang membumbung ke udara. Fenomena water blow ini tentu saja hanya akan mampu disaksikan pada ketika ombak tengah besar-besarnya.

Lokasinya ada di erat area parkir dan pendopo. Entah alasannya ialah ada pergeseran yang membentuk celah antar kerikil karang, atau alasannya ialah ketika itu ombaknya sedang bergelora. Gelombang ombak yang menggulung masuk ke celah dan menyembur keluar ke atas.

Fenomena alam ini sering kali menciptakan pengunjung, perorangan maupun rombongan, terpaku usang menyaksikan fenomena alam ini. Mereka umumnya berebut mencari momen untuk menerima foto yang spektakuler dari moment itu. Namun juga takut-takut berani, alasannya ialah khawatir kamera terkena semburan air.

Garis Pantai Lain

Pantai Mandorak ternyata masih mempunyai sudut lain di luar area utama. Dari atas tebing kiri, pengunjung bis amencoba melangkah ke arah kiri, ke arah depan pendopo dengan atap khas Sumba. Dari ujung tebing bab itu, akan terlihat di bawah ada formasi bebatuan. Dan tidak seberapa jauh di depan, ada pantai lagi.

Pengunjung mampu berfoto dari lokasi ini, untuk menerima latar berupa “pantai lan” itu.

Tips Mengunjungi Pantai Mandorak
Untuk mampu dengan puas menjelajahi dan menikmati pantai Mandorak beserta keindahan pemandangan dari atas tebingnya sediakan wkatuyang cukup. Apalagi jikalau kemudian ingin disempurnakan dengan leyeh-leyeh bersantai di pantai. Untuk menikmati semua itu sediakan waktu minimal 2 jam.

Di sekitar pantai ini tidak ada akomodasi warung makan. Maka sebaiknya ketika berkunjung bawa bekal makan siang.

Objek Wisata Dekat Pantai Mandorak
Masih di kabupaten Sumba Barat Daya, terdapat aneka macam macam pilihan objek wisata. Sehingga kedatangan jauh-jauh ke pulau sumba tidak hanya mampu mengunjungi satu objek wisata saja.

Yang terkenal ada Danau Weekuri. Sebuah laguna yang dikelilingi oleh tebing yang berbatasan pribadi dengan pantai. Untuk menikmati pemandangan danau sekaligus pantai, mampu berjalan melintasi jembatan kayu yang membentang di atas tebing. Bagi yang ingin berenang, juga mampu berenang di jernihnya air danau.

Masih di kabupaten Sumba Barat Daya terdapat Kampung Adat Ratenggaro. Di kampung budpekerti ini, pengunjung mampu mencicipi mirip kembali ke masa lalu. Ini alasannya ialah bangunan-bangunan rumah yang masih terjaga ciri khasnya.

Selain rumah adat, yang menarik lainnya di Kampung Adat Ratenggaro ini yaitu terdapat kubur kerikil yang merupakan kuburan leluhur warga kampung ratenggaro pada zaman megalitikum. Pengunjung mampu mempelajari sejarah bangunan rumah budpekerti serta acara warga kampung, mirip menciptakan kain tenun, memahat, dan menciptakan kerajinan lainnya.

Sekian dongeng kami, mengenai keindahan Pantai Mandorak di Pulau Sumba. Segera luangkan waktu untuk menengok keindahan alam tempat timur negara ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here