Kota Tua: Momen Historis Batavia yang Tak Boleh Dilewatkan!

0
26
3262613151
3262613151

Kota Tua: Momen Historis Batavia yang Tak Boleh Dilewatkan!

Pernah mendengar istilah ‘Jangan sekali-kali melupakan sejarah’? Kalimat ini diucapkan oleh Bung Karno biar anak muda tak pernah melupakan jasa para pahlawan. Ada banyak sekali cara untuk terus menghargai sejarah, salah satunya dengan mengunjungi tempat wisata bersejarah.

Nah, bagi Anda yang merupakan warga Jakarta atau wisatawan yang sedang berkunjung ke ibu kota, Kota Tua yaitu tempat wisata bersejarah yang wajib Anda datangi. Kenapa Kota Tua?

Sejarah Kota Tua

Kota Tua merupakan tempat penting di masa penjajahan dahulu. Kawasan ini meliputi sebagian wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara, mulai dari Pelabuhan Sunda Kelapa hingga Museum Bank Indonesia.

Pada masanya, Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan pelabuhan terbesar dan tersibuk yang dipakai untuk acara jual beli dalam perdagangan internasional. Sedangkan tempat sekitar Museum Bank Indonesia dan Museum Fatahilah yaitu salah satu sentra pemerintahan kolonial.

Sama mirip tempat kota usang di beberapa kota di Indonesia bahkan dunia, Kota Tua Jakarta ini dimanfaatkan sebagai tempat wisata bersejarah dengan mengubah fungsi bangunan usang menjadi museum yang menyimpan banyak berita berharga perihal sejarah kota.

Ada apa di Kota Tua?
Karena cakupannya yang luas, Kawasan Kota Tua Jakarta ini mempunyai beberapa objek wisata menarik yang wajib Anda kunjungi demi mengenal sejarah, di antaranya:

Pelabuhan Sunda Kelapa

Apa menariknya Pelabuhan Sunda Kelapa? Pelabuhan kuno yang pernah menjadi pelabuhan utama perdagangan internasional ini menjadi saksi kejayaan Jakarta atau Batavia di masanya. Dahulu, pelabuhan ini ramai sekali dengan pedagang dari Cina, Arab dan India yang sibuk menjual barang dagangan yang dibawanya untuk ditukar dengan uang atau rempah-rempah.

Saking tuanya, Pelabuhan Sunda Kelapa bahkan diklaim telah beroperasi semenjak Jakarta didirikan. Tempat ini telah menjadi saksi kejayaan Kerajaan Pajajaran, kedatangan bangsa Portugal, kehidupan makmur Kerajaan Demak, hingga masa-masa dimulainya kekuasaan Belanda di Indonesia.

Lain dahulu, lain sekarang. Saat ini, pelabuhan ini dijadikan tempat ‘parkir’ kapal nelayan setempat. Tapi bukan berarti hal ini menciptakan Pelabuhan Sunda Kelapa menjadi kurang menarik. Waktu yang sempurna untuk mengunjungi tempat wisata ini yaitu pada sore hari menjelang senja. Siluet kapal-kapal nelayan berpadu dengan cahaya jingga akan menjadi objek foto yang anggun untuk dikenang. Untuk kuliner, di sekitar tempat wisata ini terdapat banyak warung makan yang menyajikan aneka olahan seafood lezat.

Museum Fatahillah

Museum ini juga dikenal dengan nama Museum Batavia atau Museum Sejarah Jakarta.
Terdiri dari tiga lantai, museum ini mempunyai tak kurang dari 25.000 koleksi benda bersejarah. Sangat cocok dikunjungi bagi Anda yang ingin sekadar melihat furnitur, keramik, meriam, prasasti, dan artefak unik lain yang sudah mengiringi perkembangan kota Jakarta.

BACA JUGA:  Tempat Wisata Angke Kapuk

Untuk mampu masuk ke museum Fatahillah, Anda harus membayar tiket masuk senilai 2.000 Rupiah saja, cukup murah bukan? Apalagi bila dibandingkan dengan biaya yang harus Anda bayar, bila menetapkan untuk berwisata tamat pekan ke luar kota. Museum buka setiap hari Selasa hingga Minggu, antara jam 9 pagi hingga 3 sore.

Gedung satu ini tak murni didirikan sebagai ruang pamer banyak sekali benda-benda bersejarah. Di masa lalu, Museum Fatahillah juga pernah dipakai sebagai balai kota, pengadilan, dan bahkan juga mempunyai penjara bawah tanah.

Salah satu tempat terpenting di museum ini tidak terletak di dalam, melainkan di lapangan yang ada di luar. Di tempat inilah, para penjajah biasanya mengeksekusi tahanan.

Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia merupakan salah satu tempat wisata yang menarik perhatian banyak wisatawan. Bangunan tempat museum berdiri dulunya merupakan Binnen Hospital. Namun seiring berjalannya waktu, berdirilah De Javasche Bank pada tahun 1828 atau yang nantinya menjadi cikal bakal Bank Indonesia.

Ada banyak objek menarik yang mampu Anda lihat di Museum Bank Indonesia, terutama bagi Anda yang menyukai acara fotografi. Tak heran bila tempat ini merupakan salah satu yang paling sering dikunjungi di tempat Kota Tua Jakarta.

Museum Bank Indonesia mampu dikunjungi setiap hari Selasa hingga Kamis, antara pukul 8:00 hingga 14:30, Hari Jumat, pukul 08:00 hingga 11:00 serta Sabtu dan Minggu, antara pukul 9:00 hingga 16:00. Menariknya, pengunjung mampu masuk ke museum ini dengan gratis.

Toko Merah

Destinasi lain yang juga tak boleh dilupakan kala berkunjung ke Kota Tua Jakarta yaitu Toko Merah. Baron Van Imhoff, gubernur jendral VOC dan penggerak bangunan Istana Bogor, merupakan sosok yang mendirikan tempat unik ini. Begitu masuk ke dalam, Anda akan mendapati suasana dan perabotan zaman kolonial yang masih begitu terjaga orisinalitasnya hingga dikala ini. Sungguh menarik bukan?

Namun sayang, memasuki tempat satu ini tak mudah. Statusnya yang tidak terbuka untuk publik, menciptakan Anda harus mengantongi izin khusus dari pihak berwajib untuk mampu menikmati warisan peninggalan kolonial di Toko Merah. Tapi bila hanya ingin sekedar berfoto dan menikmati suasana kuno yang ada di sekitarnya, Anda mampu berkeliling di tempat sekitar bangunan ini.

Itu ia beberapa tempat menarik yang mampu Anda kunjungi di tempat wisata Kota Tua Jakarta. Disarankan tak tiba di tamat pekan, sebab tempat ini biasanya amat ramai dengan pengunjung, baik mereka yang tinggal di dalam, maupun berasal dari luar kota. Kawasan ini juga kerap jadi tempat favorit banyak sekali macam klub fotografi di ibu kota untuk berburu foto-foto menarik guna menambah portofolio mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here