Keindahan Ranu Kumbolo Dengan Sunrise Yang Luar Biasa

0
30
Ranu Kumbolo
Ranu Kumbolo

Keindahan Ranu Kumbolo Dengan Sunrise Yang Luar Biasa

Untuk kau yang pernah nonton film 5 cm, danau ini ada dalam salah satu scene nya. Hanya sayang sekali, ada adegan yang mengecewakan pihak TNBTS sebagai pengelola area danau. Adegan itu dianggap tidak menghargai kepercayaan masyarakat sekitar. Yaitu ada adegan nyemplung ke danau.

Paling tidak, demikian berdasarkan penuturan Dzawin, seorang youtubers pendaki, dalam salah satu video Youtube nya Gunung Semeru – Part 4.

Bagi anggota komumitas pendaki gunung atau yang sekedar tertarik mendaki akhir “jadi korban” film 5 cm, nama danau Ranu Kumbolo tentu tidak ajaib di indera pendengaran mereka. Dijuluki surganya Semeru, Ranu Kumbolo atau danau Kumbolo yang berada di kaki gunung Semeru memang dikenal dengan pesona yang tidak ada duanya.

Saking indahnya, lokasi di sekitar Ranu Kumbolo menjadi basecamp favorit para pendaki untuk beristirahat sebelum melanjutkan pendakian. Bahkan ketika liburan, banyak orang yang sengaja tracking hanya untuk bermalam di danau bagus ini. Dan esok harinya kembali turun, tanpa melanjutkan ke puncak.

Lokasi Ranu Kumbolo
Danau Ranu Kumbolo secara administratif, masuk dalam wilayah Desa Mulyosari, kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, Jawa Timur. Lokasi danau berada dalam area pengeloalaan Area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Danau ini ada pada ketinggian 2.400 meter di atas permukaan bahari (mdpl).

Rute dan cara menuju ke lokasi/transportasi
Untuk mencapai danau Ranu kumbol malang mesti ditempuh dengan mendaki. Jalan kaki. Tidak ada sarana lain untuk mencapai lokasi itu. Ya namanya juga wisata mendaki, ya memang harus mendakilah !.

Jalur pendakian yang diambil adalah, jalur pendakian desa Ranu Pani. Dari desa Ranu pani, pendaki mampu mulai perjalanan mendakinya. Untuk mencapai ranu pani, mampu ditempuh dengan kendaraan bermotor, baik kendaraan beroda empat ataupun motor.

Pendaki mampu mulai dari kota Malang atau dari Surabaya menuju Tumpang, yang mampu ditempuh dengan pinjaman kendaraan dengan kisaran waktu sekitar 3 jam. Dari Tumpang ini melanjutkan ke Pos Ranu Pani dengan rental kendaraan, biasanya jeep. Atau kalau murah mampu dengan ikut kendaraan beroda empat pengangkut sayur. biayanya bsia hemats ampai 80% dibandingkan rental Jeep. Selepas ranu pani, dimulailah jalan kaki pendakiannya.

Dalam kondisi normal, dari ranu pani, hingga ke Danau ranu Kumbolo Semeru, memerlukan waktu 3,5-4 jam. Namun bila ditempuh dengan kalem dan leha-leha, 5 jam yakni waktu yang masih mampu ditoleransi.

Jadwal Buka Ranu Kumbolo
Untuk lokasi danau ranu kumbolo sendiri, lokasi ini buka 24 jam, alasannya yakni lokasi merupakan area perkemahan. Yang ada hukum waktunya, yakni waktu untuk mulai naik dari Ranu Pani. Administratur pos Ranu Pani, memutuskan hukum untuk mendaki harus melapor minimal 24 jam sebelumnya, untuk kemudian diminta menjalani test kesehatan.

Keesokan harinya, sesudah dinyatakan memenuhi syarat medis oleh dokter, pendaki gres diijinkan naik. Perjalanan mampu dimulai antara jam 8 pagi hingga jam 6 sore.

Tiket Masuk Ranu Kumbolo
Untuk masuk ke ranu kumbolo tidak ada tiket. Tiket dikenakan ketika masuk pos pedakian terakhir di Ranu Pani.

Untuk tiket masuk dikenakan hanya 5 ribu rupiah per orang ditambah biaya parkir kendaraan.

Fasilitas Ranu Kumbolo
Fasilitas pendukung di Ranu Kumbolo tidaklah selengkap objek wisata umumnya. Ini bukan alasannya yakni keteledoran pengelola dalam menyediakan. Namun alasannya yakni faktor market segment. Pelancong yang main ke Danau Ranu Kumbolo yakni pendaki gunung. Yang tentu sudah menyiapkan diri untuk situasi perkemahan sebenarnya, bukan camping iseng macam bermalam di pantai yang tujuan sebenernya hanya untuk berburu foto selfie, dan ketika laper mampu pesen go-food.

Untuk keperluan toilet, pendaki disarankan menciptakan lobang galian dengan jarak minimal 15 m dari bibir danau. Untuk basuh muka dan gosok gigi, mampu mengambil air di danau, tapi tidak boleh melakukannya pribadi di danau.

Untuk pendaki perempuan, pengelola sudah juga menyediakan ruang toilet. Namun ketika akan mengguankannya pendaki harus membawa air sendiri dengan dengan mengambil di Danau.

Sunrise Ranu Kumbolo Semeru
Sunrise di Ranu Kumbolo sangat bagus dan mempesona. Warna sinar matahari keemasan terpantul oleh permukaan danau, seakan membawa kita ke dunia dongeng.

Tidak sekedar itu saja, ada sebuah kelucuan yang juga keindahan mengagumkan. Coba ingat kembali ketika Sekolah Dasar ketika disuruh menggambar pemandangan. Gambar apa yang kita buat?? 90% akan menjawab gambar 2 buah gubung berdampingan, dengan matahari terbit di sela sela 2 gunung itu. Disni lucunya! Sunrise yang kita nikmati disini 100% sama persis denga citra itu. Di Ranu Kumbolo, sunrisenya yakni perwujudan dari khayalan sunrise tepat yang hidup dari masa kecil kita.

Kepercayaan Lokal Ranu Kumbolo
Danau Ranu Kumbolo berada dalam area pemukiman masyarakat adab suku tengger. Mereka menganut dengan berpengaruh adab istiadat peninggalan leluhur mereka. Yang pada beberapa aspek, sistem kepercayaan mereka terkoneksi berpengaruh dengan alam lingkungan mereka tinggal. Termasuk juga dengan lingkungan danau Ranu Kumbolo Semeru ini. Ada beberapa hal mengenai kepercayaan itu yang menarik untuk dibicarakan. Berikut kita bicarakan 3 diantaranya.

1. Air Danau Yang Suci
Masyarakat setempat memilki kepercayaan, kalau air danau Ranu Kumbolo yakni air suci, atau minimal sumber air suci. Air danau dipakai untuk ritual keagamaan masyarakat. Karena itu para pendaki dihentikan untuk mandi, mencuci, apalagi buang air di danau. Kegiatan di sekitar Ranu Kumbolo juga harus dilakukan dengan jarak minimal 15 meter dari tepi danau.

BACA JUGA:  Keindahan Tempat Wisata Pantai Yang Ada di Anyer

Mau percaya atau tidak, sebaiknya larangan tersebut tetap kita taati. Terlepas dari percaya atau tdak, paling tidak hukum itu berkhasiat untuk menjaga air danau Ranu Kumbolo semoga tetap higienis dan selalu indah untuk dikunjungi

2. Dewi Penunggu Ranu Kumbolo
Di kalangan penduduk sekitar ada kisah soal ikan mas yang ada di danau Ranu Kumbolo. Ikan mas tersebut konon jelmaan dewi penunggu Ranu Kumbolo. Konon ketika sedang dalam wujud dewi, terdapat penampakan perempuan yang mengenakan kebaya berwarna kuning.

Penampakan dewi penunggu ini ditandai dengan adanya kepulan asap ketika bulan purnama. Adanya mitos ini juga menimbulkan warga setempat melarang para pendaki untuk memancing di Ranu Kumbolo.

3. Tanjakan Cinta
Cerita yang ketika ini agak meragukan. Beneran dari penduduk lokal atau malah bikinan para pendaki yang suka bercanda sok romantis. Tapi kesudahannya candaannya terlanjur tersebar dan malah dianggap kisah lokal.

Di sebelah barat Ranu Kumbolo, ada tanjakan yang mengarah ke puncak bukit. Konon siapa pun yang terus berjalan naik sambil memikirkan pasangannya tanpa melihat ke belakang, akan mempunyai simpulan cinta yang bahagia.

Mitos ini konon berkembang dari kisah seorang pasangan yang pernah mendaki tanjakan ini. Saat sang pria sedang asyik berjalan sambil berfoto, pasangan perempuannya yang berjalan di belakangnya ternyata kelelahan dan tiba-tiba pingsan. Naasnya, perempuan tersebut jatuh terguling hingga kesudahannya tewas.

Berawal dari kisah duka ini, kisal malah terus dipelihara dan dikenang sebagai simbol romantisme dan keabadian cinta. Anak anak pencinta alam memang paling ahli dalam hal memelihara kenangan dan romantisme.

Aturan Saat Berkunjung ke Ranu Kumbolo Semeru
Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan ketika berkemah di Ranu Kumbolo Semeru ini. Biasanya hukum aturan ini sudah masuk dalam materi brifing ketika handak berangkat di pos Ranu Pani. Di sana biasanya ada brifing selama 30 menit.

1. Tempat Mendirikan Tenda

Meski di sekitar danau memang ada banyak tanah lapang, tapi hanya ada dua lokasi yang mampu dipakai sebagai daerah mendirikan tenda. Yang pertama di savana bersahabat pos empat turun ke bawah, dan kedua bersahabat shelter di balik bukit Ranu Kumbolo.

Selain dari dua daerah itu, kita dilaang mendirikan tenda. Karena tanah di sekitar Ranu Kumbolo dianggap sakral oleh komunitas adab tengger.

2. Tidak Boleh Berenang Di Danau
Pengunjung tidak boleh berenang di danau. Urusan ini bukan hanya soal sakral atau soal dewi ikan mas, tapi juga alasan keamanan. Suhu danau yang tidak menentu ditambah dengan kedalaman danau yang mencapai 28 meter mampu berakibat fatal bagi para pendaki yang nekat berenang di Ranu Kumbolo.

3. Batas Mendirikan Tenda
Selain diatur soal di area mana saja boleh mendirikan tenda, ada juga ketentuan soal posisi mendirikan tenda terhadap tepi danau. Untuk menjaga kebersihan danau semoga tetap terjaga, para pendaki dihentikan mendirikan tenda terlalu bersahabat dengan tepi danau. Jarak terdekat dari bibir danau, untuk mendirikan tenda yakni 15 meter dari tepi danau.

Selain hukum soal jarak tenda, untuk menjaga kebersihan danau, para pendaki dihentikan memberi makan ikan apalagi buang sampah sembarangan ke danau. Bagi pendaki yang terciduk melanggar ketentuan ini akan diusir dari area danau.

4. Mencuci Peralatan Makan
Di area danau, mencuci alat makan juga ada aturannya. Pengunjung tidak diijinkan mencuci perabot kotor bekas makan pribadi di danau. Untuk mencuci piring kotor, pengunjung dipersilakan menciptakan lubang galian pada area lebih dari 15 meter dari danau. Di lubang inilah dijadikan daerah basuh piring dan sekalian buang sisa makanan, Untuk kemudian ditimbun lagi sesudah selesai digunakan.

5. Mandi Dan Buang Air
Untuk mandi dan buang air, pendaki dipersilakan menggali lubang untuk daerah buang air yang kemudian ditimbun lagi sesudah selesai. Unutk pengunjung wanita, pengelola area sudah menyediakan kemudahan toilet yang mampu dipakai untuk mandi atau buang air. Namun pengunjung harus mengambil air danau terlebih dahulu dengan memakai ember.

6. Tidak Boleh Menyalakan Api Unggun

Untuk menjaga kualitas hutan di sekitar danau dari pengambilan kayu bakar berlebihan dan menjaga kemungkinan kebakaran hutan, pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru melarang pendaki untuk menciptakan api unggun. Sebagai gantinya pihak TNTS menyebarkan satu api unggun yang mampu dipakai bersama seluruh pendaki yang ada di camp pada ketika itu.

Selain menghemat kayu, dengan menciptakan api unggun bersama juga dibutuhkan mampu mempererat kekerabatan antar pendaki semoga semakin bersahabat satu sama lain.

Demikian kisah cerita ringan dari nativeindonesia.com, untuk materi perhiasan pengetahuan demi semakin matangnya persiapan kalian yang akan mencoba mendaki gunung semeru dan menikmati keindahan danau Ranu Kumbolo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here