Karangkamulyan Jadi Pusat Kuliner Halal Jawa Barat, UMKM Ciamis Siap Naik Kelas

IKON WISATA

- Penulis

Selasa, 9 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

dok. harapanrakyat.com

dok. harapanrakyat.com

Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali menghadirkan terobosan dalam pengembangan ekonomi daerah. Berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tasikmalaya, Pemkab Ciamis resmi menetapkan Rest Area Karangkamulyan sebagai Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) pada Jumat, 5 Juni 2026.

Penetapan tersebut bukan sekadar program seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), meningkatkan daya saing kuliner lokal, serta memperluas implementasi ekonomi syariah di wilayah Tatar Galuh.

Keberadaan Zona KHAS di Rest Area Karangkamulyan diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi para pelaku usaha kuliner sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat yang berkunjung maupun pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.

Mendorong UMKM Kuliner Naik Kelas

Dalam beberapa tahun terakhir, sektor kuliner menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Tidak hanya mampu menyerap tenaga kerja, sektor ini juga berperan penting dalam memperkenalkan identitas budaya dan kekayaan kuliner lokal kepada masyarakat luas.

Melalui pembentukan Zona KHAS, Pemerintah Kabupaten Ciamis berupaya menghadirkan ekosistem usaha yang lebih profesional dan berstandar tinggi. Para pelaku UMKM tidak hanya didorong untuk meningkatkan kualitas produk, tetapi juga memenuhi aspek keamanan pangan, kesehatan, serta kepastian halal.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menilai bahwa langkah ini akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perkembangan ekonomi daerah.

Menurutnya, produk kuliner tradisional memiliki potensi besar untuk berkembang apabila dikemas secara inovatif dan didukung dengan kualitas yang terjamin.

Selain itu, legalitas halal juga menjadi faktor penting yang mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan.

Sertifikasi Halal Sebagai Jaminan Kepercayaan

Dalam sambutannya, Herdiat menegaskan bahwa sertifikasi halal bukan hanya sekadar pelengkap administrasi, melainkan bentuk jaminan bagi masyarakat dalam mengonsumsi produk makanan dan minuman.

“Sertifikasi halal ini krusial. Ini bukan sekadar label, tapi garansi ketenangan bagi warga Ciamis maupun pengendara dari luar daerah yang melintas. Sekarang. Siapa pun yang istirahat dan makan di rest area ini bisa menyantap hidangan dengan tenang karena semuanya sudah terverifikasi halal,” tegas Herdiat.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa aspek halal kini menjadi kebutuhan penting, terutama di daerah dengan mayoritas penduduk muslim. Dengan adanya sertifikasi yang jelas, konsumen tidak lagi merasa ragu terhadap produk yang mereka konsumsi.

Lebih dari itu, sertifikasi halal juga menjadi salah satu syarat penting untuk memperluas akses pasar, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kolaborasi Membangun Ekosistem Halal

Terwujudnya Zona KHAS Karangkamulyan tidak lepas dari sinergi berbagai pihak yang memiliki visi yang sama dalam mengembangkan ekonomi syariah.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Ciamis, Bank Indonesia Tasikmalaya, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Barat, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta sejumlah mitra lainnya.

Kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah, lembaga keuangan, dan institusi pendukung dapat bekerja bersama untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih sehat dan berdaya saing.

Dengan dukungan lintas sektor, para pelaku UMKM memperoleh akses yang lebih luas terhadap pendampingan, sertifikasi, peningkatan kapasitas usaha, hingga pengembangan jaringan pemasaran.

Peran Bank Indonesia dalam Pengembangan UMKM

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Herdiat juga menyampaikan apresiasinya kepada Bank Indonesia Tasikmalaya yang selama ini aktif mendampingi pelaku usaha mikro di Kabupaten Ciamis.

Menurutnya, program pembinaan dan mentoring yang dilakukan Bank Indonesia telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas UMKM lokal.

Melalui berbagai pelatihan dan pendampingan, para pelaku usaha mulai memahami pentingnya kualitas produk, kemasan yang menarik, standar produksi yang baik, hingga strategi pemasaran yang lebih efektif.

Dampaknya, banyak UMKM yang sebelumnya hanya beroperasi dalam skala kecil kini mulai berkembang dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Pendampingan tersebut juga membantu pelaku usaha memahami tren pasar yang terus berubah sehingga mereka dapat lebih adaptif dalam menghadapi persaingan.

Ciamis Dinilai Memiliki Potensi Besar dalam Ekonomi Syariah

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, Laura Rulida Eka Sari Putri, menyampaikan bahwa Kabupaten Ciamis memiliki berbagai modal penting untuk berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Barat.

Menurutnya, potensi tersebut terlihat dari kombinasi sejumlah faktor yang saling mendukung.

Keberadaan UMKM yang terus berkembang, banyaknya pondok pesantren yang menjadi pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, serta kekayaan wisata budaya yang dimiliki Ciamis menjadi kekuatan utama dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan.

Ketiga elemen tersebut dinilai mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah apabila dikelola secara terintegrasi.

Tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, pengembangan ekonomi syariah juga diyakini mampu menciptakan sistem usaha yang lebih inklusif dan berorientasi pada kebermanfaatan sosial.

Menorehkan Sejarah Baru di Jawa Barat

Salah satu hal yang membuat Zona KHAS Karangkamulyan menjadi istimewa adalah statusnya sebagai pusat kuliner halal pertama di Jawa Barat yang berada di luar kawasan jalan tol.

Selama ini, konsep rest area modern dengan standar halal umumnya berkembang di jalur-jalur tol utama. Namun Karangkamulyan membuktikan bahwa kawasan non-tol juga memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Laura menilai pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Tatar Galuh sekaligus menjadi model yang dapat diterapkan di daerah lain.

“Ini adalah pusat kuliner halal pertama di Jawa Barat yang kawasannya berada di luar jalur jalan tol. Sebuah kebanggaan untuk Tatar Galuh sekaligus cetak biru (blueprint) kolaborasi nyata dalam membangun ekosistem halal yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan Zona KHAS Karangkamulyan bukan hanya berdampak bagi Ciamis, tetapi juga berpotensi menjadi referensi bagi daerah lain yang ingin mengembangkan konsep serupa.

Menjadi Destinasi Kuliner dan Wisata Baru

Dengan status sebagai Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat, Rest Area Karangkamulyan kini memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata kuliner unggulan di Jawa Barat.

Keberadaan kuliner lokal yang telah tersertifikasi halal, didukung lingkungan yang nyaman dan aman, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun pengguna jalan yang melintasi wilayah Ciamis.

Selain memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha, program ini juga memperkuat citra Kabupaten Ciamis sebagai daerah yang serius mengembangkan ekonomi syariah dan pemberdayaan UMKM.

Ke depan, Zona KHAS Karangkamulyan diharapkan tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan kolaborasi berbagai pihak dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Sumber Berita: harapanrakyat.com

Follow WhatsApp Channel wisatadiindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ramen Eiko Semarang, Sensasi Kuliner Jepang Ala Street Food yang Bikin Ketagihan
Gipang, Rabeg, dan Sate Bebek Cibeber Akan Jadi Identitas Kuliner Cilegon
7 Wisata Kuliner Kuningan yang Wajib Dicoba, dari Hucap hingga Kedai dengan View Ciremai
Sop Sapi Haji Mamad Cibadak Sukabumi, Selalu Dicari Wisatawan Saat Liburan
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:36 WIB

Karangkamulyan Jadi Pusat Kuliner Halal Jawa Barat, UMKM Ciamis Siap Naik Kelas

Senin, 8 Juni 2026 - 21:00 WIB

Ramen Eiko Semarang, Sensasi Kuliner Jepang Ala Street Food yang Bikin Ketagihan

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:59 WIB

Gipang, Rabeg, dan Sate Bebek Cibeber Akan Jadi Identitas Kuliner Cilegon

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:13 WIB

7 Wisata Kuliner Kuningan yang Wajib Dicoba, dari Hucap hingga Kedai dengan View Ciremai

Selasa, 2 Juni 2026 - 10:34 WIB

Sop Sapi Haji Mamad Cibadak Sukabumi, Selalu Dicari Wisatawan Saat Liburan

Berita Terbaru