Danau Semayang, Danau Ababil Habitat Lumba Lumba Air Tawar

0
14
Sawah
Sawah

Danau Semayang, Danau Ababil Habitat Lumba Lumba Air Tawar

Danau Semayang merupakan danau terbesar di Kukar dengan luas sekira 13.000 hektare. Seluas mata memandang hanya hamparan air tanpa batas dengan beberapa tanaman air ibarat kenohan.

Sebagai objek wisata, danau ini mempunyai keindahan tertinggi ketika pagi dan sore hari. Ketika matahari terbit dan tenggelam. Jika di lautan pengunjung terbiasa melihat sunset sunrise dari garis cakrawala. Maka di sini sunset dan sunrise adanya di garis rimba. Matahari seakan muncul dan karam dari balik rimbun dedaunan hutan Kalimantan.

Keunikan lain danau ini ialah ikan pesut. Danau semayang 1 dari 3 ekosistem air yang mempunyai ikan jenis ini. Ikan pesut merupakan satu satunya keajaiban evolusi, dimana lumba-lumba berevolusi untuk hidup di air tawar. Dari sudut pandang lain ini mampu juga dipandang sebagai keajaiban evolusi, sebagai satu satunya mamalia yang tertinggal di air tawar, tanpa ikut naik ke darat.

Untuk kegiatan wisata, di lokasi ini juga tersedia kemudahan lain lazy bag dan ski air.

Lokasi Danau Semayang
Danau Semayang dan Melintang yang terletak di Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai kertanegara, Kalimantan Timur. sekitar 2,5 jam ke arah barat Kota Tenggarong.

Danau Semayang berada di sebelah kiri sungai Mahakam dan bersebelahan dengan Danau Melintang yang terletak disebelah kanan Mahakam.

Rute Menuju Danau Semayang
Rute perjalanan menuju Danau Semayang bila dari Jakarta dimulai dengan memanfaatkan transportasi udara menuju Bandara Sepinggan di Balikpapan. Lama perjalanan sekitar 1 jam 45 menit.

Keluar dari Bandara Sepinggan, pengunjung akan pribadi ditawari banyak moda transportasi untuk membawa kita menuju ke aneka macam tempat di Kalimantan Timur. Mulai dari kendaraan beroda empat carter hingga travel dan bus ialah jenis transportasi yang mampu dipilih. Jika menentukan jenis bus maka perlu ke terminal bus yang letaknya terpisah dari bandara sehingga perlu naik angkot terlebih dulu.

Pengunjung umumnya menentukan kendaraan beroda empat rencar, yang sopirnya sudah dikenal. Baik kenal pribadi, maupun rekomendasi dari sobat yang sudah berkunjung sebelumnya. Hal ini penting untuk jaminan keamanan. Apalagi perjalanan Balikpapan – Samarinda akan melewati jalan yang membelah Taman Hutan Raya Bukit Suharto yang merupakan hutan lebat, berkelok dan banyak dongeng horor yang menyertai.

Dari Tenggarong ke Kota Bangun sekitar 82 km. Secara keseluruhan jalan darat Balikpapan – Samarinda – Kota Bangun sudah sangat baik.

Jam Buka Danau Semayang
Mengenai jam operasional danau wisata ini, pengujung tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Pengunjung mampu tiba 24 jam ke danau ini.

Tiket Danau Semayang
Harga tiket masuk ke lokasi danau Semayang melalui tepi danau wilayah desa pela dibandrol Rp 2.000. Biaya ini belum termasuk biaya parkir untuk yang membawa kendaraan.

Jika pengunjung ingin menikmati wahana wisata ibarat lazy bag dan ski air, pengunjung akan dikenakan tarif terpisah untuk masing-masing kemudahan itu.

Fasilitas Danau Semayang
Mengenai kemudahan wisata di danau semayang sudah tergolong memadai, Terlebih ketika desa Pela, salah satu desa di tepi danau, dikembangkan menjadi desa wisata.

Pengelola desa wisata pela menyediakan kemudahan parkir, toilet, mushola, warung-warung makan, dan bahkan penginapan bagi pengujung.

Di lokasi ini juga tersedia kemudahan lain lazy bag dan ski air. Untuk lazy bag, pengunjung cukup merogoh kocek Rp 15.000 dan mampu menggunakan sepuasnya. Sedangkan bagi penyuka olahraga ski air mampu menyisihkan uang Rp 50.000 di tempat ini.

Daya Tarik Danau Semayang
Danau Ababil

Keberadan Danau Semayang ialah keunikan alam di Kutai Kartanegara. Bayangkan saja, di sini pengunjung akan mampu melihat fenomena alam yang luar biasa, yakni Danau Semayang dan Melintang yang kadang menyatu kadang terpisah. Putus nyambung macam gaya pacaran anak ababil.

Kedua danau akan menyatu ketika air Sungai Mahakam surut, dan sebaliknya, pada ketika malam hari, ketika air Sungai Mahakam pasang, kedua danau ini akan terpisah. Danau Semayang berada di sebelah kiri dan Danau Melintang di sebelah kanan. Oleh alasannya itu, orang-orang selalu menyebutkan nama Danau Semayang dan Danau Melintang secara bersamaan.

Keindahan panorama di danau Semayang mencapai puncaknya pada ketika matahari terbit dan terbenam. Seolah- olah matahari terbit dan karam di tengah rimba Pulau Kalimantan. Untuk memaksimalkan menikmati keindahan danau, ada menara pandang unik yang berdiri di tengah danau.

Spesies Ikan Langka

Di danau semayang akan mampu ditemui kehidupan ikan Pesut (Orcela fluminalis), yakni sejenis lumba-lumba air tawar endemic sungai Mahakam. ikan pesut berstatus critically endangered species. Selain pesut Jenis-jenis ikan di Danau Semayang mempunyai keanekaragaman yang cukup tinggi, di antaranya yang paling banyak ikan toman (snake head/chana SP), lais (Krytoterus SP), jelawat (Laptobarbus hoeveni), haruan (Chana Striata), Puyu (anabas testudineus), baung (hemibragus), serta udang galah (Macrobrancium rosenbergii).

BACA JUGA:  Tempat Wisata di Ciwidey yang Wajib Dikunjungi

Melihat ikan pesut memebutuhakn keberuntungan yang tinggi. Mengingat ikan ini masuk kategori langka banget hingga kritis dan berbahaya (critically endangered species). Ikan pesut ialah ikan langka khas perairan estuaria. Satu-satunya jenis mamalia air yang hidup di sungai.

Saat ini ikan pesut hanya mampu dijumpai di tiga sungai di dunia, yaitu Sungai Mahakam Indonesia, Sungai Mekong Vietnam, dan Sungai Ayeyarwady Myanmar . Di Sungai Mahakam pun, hanya di Danau Semayang dan Melintang ini pengunjung mampu melihat ikan pesut. Itu pun sudah sangat jarang terlihat alasannya arus kemudian lintas sungai yang semakin sibuk dan dibukanya hutan di kawasan ajaran sungai di sebelah hulu kedua danau ini.

Tekhnik Tangkap Ikan Tradisional

Hampir sebagian besar penduduk di Desa sekitar danau Semayang bermata pencaharian sebagai nelayan dan bertani. Jika Danau Semayang dalam kondisi banjir, maka warga akan bekerja mencari ikan dan di demam isu kemarau Danau Semayang akan mengering hingga mampu dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam padi dan jagung.

Danau Semayang dalam kondisi air sedang dalam, maka mampu dipastikan ikan-ikan yang ditangkap nelayan akan melimpah ruah. Bahkan dalam satu hari, seorang nelayan mampu membawa pulang ikan dari aneka macam jenis hingga puluhan kilogram.

Cara menangkap ikan yang dilakukan nelayan di Danau Melintang dilakukan secara tradisional, yang paling sering dilakukan dengan cara sawaran dan merempa.

Prinsip kerja dari sawaran ialah menghadang gerombolan ikan semoga yang masuk ke dalam jala yang dibentuk berkamar-kamar. Alat tangkap ini dipasang secara menetap di dalam air sepanjang 100 meter.

Sedangkan merempa ialah menghalau ikan menggunakan jala secara tolong-menolong yang dilakukan oleh sekelompok nelayan berjumlah lima hingga 10 orang dengan menciptakan bulat besar, selanjutnya mereka tolong-menolong memukul-mukul air hingga menciptakan kumpulan ikan menjadi panik, kegiatan memukul air terus sambil berjalan hingga bulat jala menjadi kecil dan balasannya ikan mampu ditangkap.

Perkampungan Nelayan

Selain keindahan alam yang unik, di Danau Semayang pengunjung juga mampu pengetahuan dan pengalaman wacana kehidupan masyarakat nelayan tradisional Kalimantan. Mereka hidup dengan menggantungkan kehidupan pada dua danau semayang dan melintang.

Rumah-rumah masyarakat Semayang dibangun di atas batang-batang kayu yang mengapung di atas air. Agar rumah tindak hanyut terbawa arus, rumah diikat di pinggir sungai dengan menggunakan tambang. Masyarakat setempat menyebut rumah mereka dengan sebutan rumah rakit.

Uniknya, tidak hanya rumah yang mengapung, tetapi juga hingga toko ikut terapung. Bahkan sangkar ternak –ternak juga megapung. Pemandangan ini sangat mayoritas terutama ketika air Danau Semayang dan Melintang sedang naik sangat tinggi, hingga menjadikan banjir di Desa Semayang.

Desa nelayan ini bahkan mempunyai museum nelayan desa pela. Di museum ini terdapat aneka macam macam alat penangkap ikan tradisional serta foto-foto kegiatan wisata desa pela.

Tangkap Ikan Dengan Tangan

Menangkap ikan dengan menggunakan tangan kosong di pinggir sungai atau rawa biasanya dilakukan ketika merayakan rasa syukur warga desa atas panen ikan yang melimpah. Lalu, kebiasaan menangkap ikan dengan tangan dijadikan lomba untuk menarik wisatawan.

Bahkan, wisatawan disarankan turut serta semoga mencicipi sendiri kemeriahan yang menjadi tradisi warga. Untuk keperluan lomba, kadang panitia juga melepaskan belut sungai yang rupanya ibarat ular. Keberadaan belut licin ini untuk memeriahkan suasana alasannya kerap menciptakan penerima merasa geli dan ketakutan.

Lomba ini sangat menghibur. Ini juga sebagai cara penduduk bersyukur dengan hasil alam. Selain itu, kami merasa semakin dekat dengan warga lainnya. Keakraban semakin terasa dengan adanya program ini.

Jika susah menangkap ikan dengan tangan kosong, wisatawan boleh juga menangkap dengan alat. Bahkan, nelayan setempat menyediakan perahu, kail, atau jala semoga wisatawan turut menikmati melempar jala

Saat demam isu air surut, nelayan berubah profesi menjadi petani. Tanah danau yang mengering mereka manfaatkan untuk bertani jagung maupun sawah padi.

Objek Wisata Dekat Danau Semayang
Selain danau semayang, di sekitar kota tenggarong masih ada objek wisata lain. Salah satunya bukit biru yang berjarak 85 km dari danau. Bukit Biru merupakan tempat yang begitu terkenal dengan kanal yang mudah. Pengunjung akan menjumpai pemandangan yang elok dan mempesona yang mana mampu memanjakan mata. Pemandangan khas dataran tinggi.

Bagi yang tertarik dengan wisata sejarah, mampu mencoba museum mulawarman. Museum ini berjarak 90 km dari danau, di jantung kota tenggarong. Museum ini terkenal sebagai salah satu museum dengan koleksi terbanyak di Indonesia.

Demikianlah beberapa klarifikasi mengenai objek wisata Danau Semayang yang perlu diketahui semoga mampu mempersiapkan kunjungan ke lokasi itu. Semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here