Bukit Bangkirai, Monumen Hidup Hutan Tropis Paru-Paru Dunia

0
16
Bukit Bangkirai
Bukit Bangkirai

Bukit Bangkirai, Monumen Hidup Hutan Tropis Paru-Paru Dunia

Bukit Bangkirai yaitu sebuah obyek wisata Hutan Hujan Tropis di Kalimantan Timur. Kawasan wisata ini mempunyai Hutan Hujan tropis yang masih sangat alami.

Dengan luas sekitar 1.500 hektar, daerah wisata ini mempunyai pemandangan yang tidak biasa. Pohon-pohon yang tumbuh di hutan ini kebanyakan yaitu pohon Bangkirai yang mempunyai ketinggian mencapai 40 hingga 50 meter dan berdiameter 2,3 meter dan sudah hidup lebih dari 150 tahun.

Itulah alasan kenapa hutan ini dinamakan dengan Bukit Bangkirai. Di dalam hutan yang juga bisa dijadikan media pendidikan dan bahkan obyek penelitian ini juga terdapat banyak terdapat hewan liar. Bukit Bangkirai ini juga merupakan hutan konservasi yang mempunyai tujuan untuk membuatkan monumen hutan alam tropika basah.

Tumbuhan Bangkirai terlihat unik dibanding pohon keras lain, alasannya yaitu tumbuh banir atau biasa disebut akar papan pada pangkal pohon. Banir yang besar dan berpengaruh menimbulkan pohon Bangkirai terlihat indah.

Salah satu atraksi terkenal di daerah wisata hutan ini yaitu canopy bridge. Sebuah jembatan yang menghubungkan puncak pohon dengan puncak pohon yang lain. Jembatan ini semacam menara pandang raksasa.

Lokasi Bukit Bangkirai
Bukit Bangkirai yaitu daerah wisata alam yang dikelola PT. Inhutani I Unit I Balikpapan. Kawasan wisata ini terletak di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Bukit Bangkirai sanggup ditempuh melalui perjalanan darat selama 1,5 jam dari Kota Balikpapan.

Rute Menuju Bukit Bangkirai
Untuk bisa hingga ke daerah wisata Bukit bangkirai ini, pengunjung perlu menempuh jarak sekitar 58 km dan membutuhkan waktu kira-kira 1,5 jam melalui perjalanan darat dari kota Balikpapan. Atau Jarak 150 km dari kota Samarinda atau Tenggarong. Sedangkan kalau dihitung dari kecamatan Samboja hanya berjarak sekitar 20 km.

Jalan menuju Wisata ini sudah cukup baik. Dari arah Balikpapan Anda sanggup belok kiri di KM 38 Jl. Soekarno Hatta dan menelusuri jalan dengan panjang sekitar 7 Km.

Setelah hingga di lokasi wisata Bukit Bangkirai, pengunjung akan sudah bisa melihat Gerbang Masuk Kawasan Wisata Bukit Bangkirai. Meskipun jalanan di area masuk tempat wisata agak bergelombang, namun jalan ini masih tergolong baik secara keseluruhan.
Untuk menuju lokasi wisata ini pengunjung bisa memakai kendaraan roda dua maupun roda empat

Jam Buka Bukit Bangkirai
Untuk menikmati rindang hutan bangkirai dan pesona ketinggian di jembatan kanopi, pengunjung bisa tiba ke lokasi ini mulai jam buka pada 07.30 dan jam tutup pada 17.00.

Tiket Bukit Bangkirai
Harga tiket masuk ke daerah wisata ini untuk orang remaja hanya dengan Rp 3.500, sedangkan untuk bawah umur cukup membayar Rp 1.500 saja. Ada biaya lain untuk parkir roda empat dikenakan Rp.5.000, dan kendaraan roda dua Rp. 3.000.

Jika ingin menikmati keindahan Hutan dari atas melewati Canopy bridge, pengunjung perlu merogoh biaya tiket Rp. 20.000 untuk WNI dan untuk wisatawan mancanegara Rp. 50.000.

Fasilitas Bukit Bangkirai
Obyek wisata Bukit Bangkirai sudah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Selain tempat parkir, tempat wisata ini juga terdapat gedung pertemuan yang bisa menampung 100 orang. Terdapat pula restoran dengan sajian sajian yang bervariasi, serta penginapan dengan kemudahan AC.

Yang unik dan menarik, tempat wisata ini terdapat jungle cabin, yaitu penginapan alami di sekitar Bukit yang tidak dilengkapi kemudahan listrik.

Aktivitas Menarik di Bukit Bangkirai
Jembatan Kanopi

Di bukit Bangkirai ada kemudahan Canopy Bridge yang menjadi daya tarik utama wisata di daerah wisata ini. Jembatan ini yaitu jembatan gantung pertama di Indonesia dari jenis ini. Kalau secara internasional Jembatan ini kedua di Asia dan kedelapan di Dunia.

Dengan pertimbangan standar keamanan, pengunjung hanya diperkenankan naik dengan didampingi pemandu dari pihak pengelola. Selain itu, terdapat sejumlah hukum penting, antara lain jembatan ditutup kalau kecepatan angin melebihi 30 mil/jam atau gangguan cuaca. Tinggi minimal pengguna 1 meter, serta tidak diperbolehkan memakai sepatu hak tinggi dan sandal.

Untuk mencapai lokasi jembatan kanopi, pengunjung harus berjalan kurang lebih sejauh setengah kilometer dari area depan. Ada beberapa trek atau rute jalan setapak yang sanggup dilalui pengunjung untuk sanggup menjangkau jembatan kanopi ini.

Dua trek yang paling sering dipakai yaitu Trek M. Prakosa dengan jalur sepanjang 150 meter yang disambung dengan Trek Djamaludin sepanjang kurang lebih 300 meter. Sepanjang perjalanan, suasana teduh dari kanopi dan hawa lembab hutan tropis akan mengiringi perjalanan.

Jembatan yang tergantung dengan menghubungkan 5 Pohon Bangkirai dengan ketinggian 30 – 40 meter, akan menunjukkan sensasi yang luar biasa ketika berada disana. Terutama kalau di tengah perjalanan ada hembusan angin menerpa yang otomatis akan menciptakan jembatan ini berayun-ayun. Kondisi ini tentu memompa adrenalin di atas canopy bridge sepanjang 64 meter ini.

Namun, semakin usang berada di atas canopy bridge ini, pengunjung akan melupakan ketakutan. Perhatian akan beralih pada decak kagum yang luar biasa oleh keindahan alam sekitar. Keindahan Alam Borneo, Keindahan hutan Kalimantan yang menjadi salah satu paru-paru dunia.

BACA JUGA:  5 Tempat Wisata di Bogor yang Wajib Dikunjungi

Dari atas Canopy Bridge, pengunjung bisa menikmati panorama hutan. Juga mengamati formasi tajuk tegakan “Dipteropcarpaceae” yang membentuk stratum. Formasi itu sambung menyambung dan juga menjadi salah satu ciri khas hutan hujan tropis.

Pengunjung wajib menenteng kamera untuk mengabadikan semuanya dari atas sini. Kapan lagi sanggup kesempatan emas untuk mengabadikan gambar panorama hutan hujan tropis Kalimantan dari atas Canopy Bridge.

Kekayaan Flora

Sesuai namanya, vegetasi utama yang sanggup ditemukan di Bukit Bangkirai yaitu jenis pohon bangkirai atau nama latin Shorea laevis. Pohon ini termasuk jenis kayu komersil yang sekarang tergolong langka.

Kayu bangkirai mempunyai sifat yang kokoh mirip kayu ulin, sehingga banyak dipakai sebagai materi bangunan rumah-rumah tradisional di Kalimantan. Keberadaan tumbuhan bangkirai yang mendominasi tumbuhan di sekeliling bukit ini pun mempunyai sejarah tersendiri.

Kawasan ini dahulu merupakan hutan tropis alami yang pernah mengalami dua kali kebakaran hebat akhir trend kering. Pada dua peristiwa tersebut, sebagian besar tumbuhan yang ada di daerah ini musnah terbakar. Meski demikian, ada sebagian kecil daerah yang didominasi oleh pohon bangkirai selamat dari dua peristiwa tersebut.

Kawasan inilah yang kemudian dilestarikan dan dikelola menjadi taman rekreasi. Sebagian area yang habis terbakar dibiarkan pulih secara alami atau ditanami spesies tumbuhan baru.

Selain pohon bangkirai, di daerah ini juga sanggup ditemukan aneka jenis tumbuhan eksotis lainnya. Terdapat beberapa jenis pohon kayu lainnya, mirip keruing (Dipterocarpus spp.), meranti merah (Shorea smithiana), kempas merah (Koompassia malaccensis), dan ulin (Eusideroxylon swageri).

Selain itu, terdapat 45 jenis spesies anggrek, antara lain anggrek hitam (Coelegyne pandurata), anggrek harimau (Grammatophyllum speciousum), anggrek sisik naga (Cymbidium antropurpureum), dan anggrek joget (Bromheadia fynlaysoniana).

Terdapat pula sejumlah fauna unik mirip owa-owa (Hylobates muelleri), beruk (Macaca nemestrina), lutung merah (Presbytus rubicunda), hingga jenis semut hutan raksasa dengan panjang mencapai 2 centimeter.

Mengadopsi Pohon

Selain Bisa melihat panorama Hutan Hujan Tropis dan mencoba sensasi adrenaline di Canopy Bridge, para pengunjung juga bisa mengadopsi pohon. Untuk mengadopsi pohon di kenakan tarif tertentu, menyesuaikan dengan tumbuhan tersebut berada.

Terdapat 2 daerah adopsi yaitu pohon khas Kalimantan dan pohon buah khas Kalimantan. Biaya pun berbeda antara kedua jenis itu. Untuk pohon khas Kalimantan dikenakan dana santunan Rp 2.000.000 di tahun pertama dan Rp 1.500.000 di tahun selanjutnya. Sedangkan pohon buah khas Kalimantan dikenakan tarif lebih murah.

Dana adopsi dipakai untuk biaya pemeliharaan pohon bersangkutan. Jika pohon tersebut gres ditanam, maka memerlukan perawatan baik penyiangan gulma, pemupukan, bantuan turus, pagar dan lainnya.

Sedangkan untuk pohon yang sudah tumbuh besar, biasanya pohon khas Kalimantan tetap memerlukan perawatan mirip pemotongan cabang yang telah rapuh. Untuk mengadopsi pohon boleh siapa saja atau dari banyak sekali kalangan baik individu, instansi pemerintah, atau swasta, dan kelompok masyarakat.

Tujuan adanya adopsi pohon yaitu pelestarian dan kelangsungan hidup pohon tersebut. Terutama pohon – pohon yang gres saja ditanam sesudah melalui proses penyemaian dan pembesaran.

Terdapat puluhan jenis pohon khas Kalimantan mirip Bangkirai, Meranti Merah, Ulin, Gaharu, Pulai, Kayu Bawang, Banggeris serta puluham jenis pohon kecil dengan tegakan rendahnya.

Begitu juga dengan pohon buah khas Kalimantan, pengunjung sanggup mengadopsi untuk pelestarian tumbuhan tersebut. Berupa pohon Durian Merah, Durian Lai, Langsat, Rambutan Maritam, Asam Kuranji, beberapa jenis Mangga dan masih banyak lagi pohon buah yang tidak sanggup di jumpai di pasaran.

Adopsi yang diberikan sangat membantu dalam perawatan serta ikut melestarikan pohon – pohon yang ada di daerah wisata alam Bukit Bangkirai ini.

Objek Wisata Dekat Bukit Bangkirai
Saat berwisata jauh-jauh ke Kalimantan timur, tentu tak cukup hanya 1 objek saja. Tidak jauh dari Bukit bangkirai, dalam jarak hanya 30 km terdapat wisata alam kerikil dinding. Batu Dinding yaitu formasi kerikil kapur putih yang menjulang memagari Sungai Mahakam Ulu. Dinding kerikil ini terlihat kokoh bagai tembok raksasa dan sering dijadikan sebagai spot untuk mengambil gambar yang unik dan menarik.

Jika tak ingin lagi berjalan jauh, sambil kembali ke balik papan bisa singgah ke pantai Melawai. Pantai yang sempurna di ujung tanjung ini berjarak 65 km dari bukit. Keindahan pantai ini paling menonjol ketika matahari terbenam. Dengan posisi di ujung tanjung, maka pemandangan horizon langit sangat terang dan landai tanpa terhalang bukit atau apapun. Hanya sesekali ditingkahi perahu-perahu nelayan yang melintas.

Demikian yang bisa kami paparkan sedikit dongeng soal bukit bangkirai di Kutai Kartanegara. Mungkin nanti daerah ini akan menjadi daerah wisata bagi para menteri dan anggota DPR-RI yang pusing memikirkan soal urusan negara di Ibu Kota Negara yang baru.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here